Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar Kuliah di Warkop

Laporan: Wafia Mustamin
Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar

RAKYATBERSATU.COM.- Mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengadakan perkuliahan di luar ruangan kelas, Jumat (30/03/2018). Perkuliahan diadakan di Warung Kopi Enreco di Jalan Toddopuli Raya Timur Makassar. Suasananya berlangsung santai namun sarat ilmu.

Andi Idchan Pasinringi, Pimpinan Redaksi Portal Pojok Sulsel pemateri dan membuat perkuliahan berjalan seperti diskusi dibanding mata kuliah monoton di ruang kelas.

Idchan mengatakan, mahasiswa komunikasi harus bisa mendokumentansikan berbagai kejadian dalam bentuk tulisan.

Menurutnya, kejadian sebesar dan seluarbiasa apapun jika tidak diabadikan dalam bentuk dokumentasi hanya membuat orang lain mempertanyakan keabsahan dan kebenaran peristiwa tersebut.

Sarjana komunikasi Unhas ini mengatakan mahasiswa zaman sekarang, harus banyak bersyukur dan seharusnya lebih maju lagi.

Mengingat ruang belajar tidak lagi terbatas di bangku kuliah tetapi ruang publikasi sudah tersebar dimana-mana, terlebih dalam bentuk digital.

Media online bertebaran begitu banyak, tugas mahasiswalah yang memanfaatkan ranah tersebut sebaik mungkin menyebar informasi yang berfaedah sebanyak-banyaknya.

Motivasi awal dalam menulis sebuah berita sederhana harus dimulai dengan sesuatu yang diketahui.

Seorang jurnalis dalam menyebarkan tulisan harus seakurat mungkin tanpa menerka-nerka.

Hal kedua yaitu apa ingin diketahui. Menurutnya seorang jurnalis memiliki rasa penasaran tinggi sehingga membuat membaca dan mencari tahu mengenai banyak hal, katanya.

Mohammad Idris, S.Sos. M. Ikom, dosen mata kuliah teknik peliputan dan penulisan berita mengatakan, mahasiswa akan jauh lebih banyak menyerap informasi dengan model perkuliahan dalam bentuk diskusi daripada ruang-ruang kelas di kampus.

Perkuliahan kali ini dihadiri beberapa mahasiswa dari konsentrasi broadcasting, jurnalistik, dan public relation ilmu komunikasi UMI.

Saya berharap kita hadir disini bukan karena kewajiban mata kuliah, namun karena kebutuhan akan ilmu, tegas Idris. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *