Masih Ada Pimpinan Kampus dan Yayasan Tidak Percaya Perubahan Spektakuler

RAKYATBERSATU.COM.- Revolusi Industri 4.0 yang membawa perubahan yang sulit diprediksi ini masih ada yang belum percaya akan membawa perubahan spektakuler dan revolusioner. Bahkab saat ini masih ada pimpinan kampus dan pimpinan yayasan yang tidak percaya bahwa perubahan itu datang dengan cepat.

Demikian diungkap Kepala LLDIKTI IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin M.Si, Sabtu (18/1/2020) saat tampil jadi salah seorang nara sumber pada Dialog awal tahun 2020 Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP-PTSI) Wilayah Sulsel.

“Perguruan tinggi sebagai memberi gelar akademik harus mampu mengimbanginya dengan kemampuan kompetensi dan keterampilan yang menjadi modal dalam persaingan pasar kerja serta bisa link dengan peluang kerja yang ada,” kata Prof Jasruddin.

Di era kekinian, kata Prof Jas, para  alumni masih berorientasi mencari kerja dan belum berorientasi menciptakan lapangan kerja baru.

“Untuk menjadikan kampus tetap survive maka solusinya adalah kurikulum harus berorientasi dengan perubahan masa depan,” tegas Direktur Program Pascasarjana PPs-UNM pada masanya ini.

Dialog kali ini mengusung tema, Mempersiapkan Program Transformasi PTS Menghadapi Perubahan Kebijakan Pendidikan Tinggi.Tampil selalu narasumber lainnya Ketua Umum ABP-PTSI, Prof Dr Thomas Suyatno dengan moderator Sekretaris Yayasan Wakaf UMI Makassar, Ir H Lambang Basri, M.Si.

Turut hadir Sekretaris LLDIKTI IX Sulawesi, Drs Andi Lukman M.Si, Ketua AB-PTSI Sulsel, Dr. Muhamad Ridwan Arif SE, M.APP.Fin, Ak.Ketua dan Sekretaris APTISI Wilayah IX-A Sulawesi, Prof Dr H Ma’rif Hafidz SH MH dan Dr Mulyadi Hamid SE M.Si.

Nampak hadir para pengurus yayasan dan pimpinan perguruan se-Sulsel. Dialog ini terlaksana dengan Ketua Panitia Pelaksana Dialog, dr. Wahyudi Hardi, M.Kes. (Yahya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *