PKM UNM Sosialisasikan Pengukuran Denyut Nadi dan Indeks Massa Tubuh pada Siswa SMPN 16 Arabika Sinjai

RAKYATBERSATU.COM.- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Makassar melalui Program Kemitraan Masyarakar (PKM) tahun 2020 menggelar Sosialisasi dan pengukuran heartrate (denyut nadi) dan indeks massa tubuh (IMT) siswa SMPN 16 Arabika Kec.Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang dimotori oleh Prof.Dr.Andi.Ihsan, M.Kes yang juga Dosen Prodi Penjasor PPs UNM dan Hasbi. Asyhari,S.Pd., M.Pd, dosen Prodi Penjaskesrek FIK UNM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menghitung denyut nadi sebelum, selama dan sesudah olahraga termasuk menghitung IMT untuk mengetahui apakah seseorang masuk kategori ideal, kurus atau gemuk bagi para guru sekolah maupun siswa.

Sosialisasi diikuti sebanyak 30 siswa dan siswi ini dibuka Ibu Wahida, S.Pd selaku Kepala Sekolah didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah, Guru Penjas, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 16 Arabika Kec. Sinjai Barat Kab.Sinjai.

Tim PKM UNM dalam sosialiasi ini memaparkan pengertian, pemahaman, cara mengukur dan menghitung denyut nadi dan indeks massa tubuh, termasuk perhitungan dan pengukuran denyut nadi sebelum, selama dan sesudah latihan dengan mengacu pada Carvonen Formula untuk mengetahui denyut nadi maksimal seseorang yaitu 220 – umur = denyut nadi maksimal. Jadi kalau umur 14 thn maka 220 – 14thn = 206 adalah denyut nadi maksimal.

Berdasarkan ini dianjurkan bila melakukan aktifitas fisik atau olahraga sekitar 50 sampai 80% denyut nadi maksimal atau sekitar 103 – 165 denyut permenit.

Untuk perhitungan dan pengukuran indeks massa tubuh dengan menggunakan rumus berat badan dibagi tinggi badan dikali tinggi badan kuadrat sama dengan nilai IMT. Misalnya seseorang mempunyai BB= 68 kg, TB= 165 maka nilai IMT = 68÷ (1.65×1.651) = 24.98kg/m2.

Prof.Dr.Andi.Ihsan, M.Kes mengatakan alasan dipilihnya lokasi PKM di SMPN 16 Arabika Kab.Sinjai karena lokasinya berada didataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian sekitar 1600 mtr dari permukaan air laut dimana heartrate dan indeks massa tubuh dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Sementara metode yang digunakan adalah observasi, ceramah, wawancara dan melakukan tes pengukuran dan perhitungan. Jarak lokasi sekitar 170 km dari kota Makassar.

Hasil yang diperoleh adalah (1) Denyut Nadi siswa secara individu didapatkan kecenderungan lebih banyak masuk pada kategori kurang atau sekitar 50%.

Sedangkan secara keseluruhan diperoleh nilai rata denyut nadi pada angka 86.53 denyut permenit, apabila dikonversi kedalam nilai tabel denga usia 14 -15 thn berada pada kategori normal. Hal ini bisa disebabkan karena aktifitas siswa setelah pulang sekolah pada umumnya membantu orangtua mereka disawah dan di kebun sehingga secara tidak langsung bisa mempengaruhi fungsi dan kerja jantung dan paru2nya menjadi baik yang berdampak pada heartratenya menjadi baik (2) Indeks Massa Tubuh siswa secara individu kecenderungannya berada pada kategori Kurus sekali atau sebanyak 46.67%.

Hal ini kemungkinan disebabkan karena latar belakang orangtua siswa pada umumnya petani, tingkat ekonomi, pengetahuan dan pemahaman tentang nilai gizi makanan masih kurang, dan rata2 siswa hanya makan 2 kali sehari semalam.

Prof.Dr.Andi.Ihsan, M.Kes mengakui keterbatasan PKM ini karena tidak menelusuri tingkat pendidikan, riwayat pekerjaan orangtua siswa serta tingkat ekonomi pendapatan keluarga mereka.

PKM yang dibiayai oleh dana PNBP Program Pascasarjana UNM tahun anggaran 2020 mendapat respon yang baik dari guru Penjaskes.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi saya Imran, S.Pd. krn dng pengetahuan ini saya dapat menerapkan kpd siswa2 betapa pentingnya menghitung denyut nadi sebelum, selama dan sesudah olahraga.

Demikian juga menghitung IMT sangat penting untuk mengetahui apakah seseorang masuk kategori ideal, kurus atau gemuk,” ungkapnya.

Demikian juga respon siswa peserta. Mereka mengaku baru mengetahui pentingnya mengetahui denyut nadi dan IMT melalui sosialisasi dari PKM UNM Makassar.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami semua bahkan beberapa tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga turut serta dalam sosialisasi ini,” ungkap seorang siswa peserta.

Tim PKM UNM dikesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Rektor UNM Prof.Dr.H.Husain Syam, M.TP, Kepala LP2M UNM Prof.Dr.Ir.H.Bakhrani A.Rauf, MT Direktur PPs UNM Prof.Dr.H.Hamsu Abdul Gani, M.Pd, Kepala Sekolah SMPN 16 Sinjai, Guru Penjas SMPN 16 sinjai serta tenaga Pendidik dan Kependidikan SMPN 16 sinjai dan terkhusus pada seluruh siswa SMPN 16 sinjai yang menjadi peserta sosialiasi PKM ini. (wahyudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *