STIE Nobel Indonesia Wisuda 205 Sarjana

Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih, MP saat memberikan sambutan pada acara wisuda sarjana dan pascasarjana STIE Nobel Indonesia di Hotel Clarion, Rabu (17/5/22017)—nasrullah—

RAKYATBERSATU.– Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia mewisuda sebanyak 205  sarjana S1 dan  program pascasarjana (S2).  Terdiri atas 114 sarjana manajemen dan 42 sarjana akuntansi, serta 49 Magister Manajemen.

Wisuda sarjana S1 Ke XI dan Wisuda Pascasarjana  S2  Ke III STIE Nobel Indonesia yang digelar di Clarion Hotel,  Rabu (17/5) dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih, MP. Hadir pula waki ketua yayasan STIE Nobel Indonesia.

Wisuda sarjana dan pascasarjana ditandai dengan  penyerahan penghargaan Nobel  Entrepreneurship Award 2017, kepada Bupati Enrekang, H Muslimin Bando, Ketua DPD Gerindra Sulsel, H Idris Manggabarani, Herman Heizer dan Mardiana.

Bupati Enrekang selain hadir menerima penghargaan,  sekaligus membawakan orasi tentang entrepreneurship. Intinya mahasiswa terutama alumni STIE Nobel memliki peluang untuk sukses di dunia bisnis. Apalagi sudah dibekali ilmu pengetahuan yang cukup. Hanya saja sebut bupati Enrekang, untuk menjdi orang sukses di dunia bisnis, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus melalui proses dan penuh pengorbanan, terutama korban perasaan.

Ketua STIE Nobel Indonesia, Dr Mashur Razak dihadapan koordinator kopertis IX Sulawesi melaporkan sejumlah perkembangan akademik STIE Nobel Indonesia yang telah dicapai termasuk yang diwisuda hari ini. Dikatakan sampai wisuda ke 11, alumni STIE Nobel Indonesia telah mencapai 946 orang. Diantaranya 856 adalah alumni S1 sementara 92 adalah alumni S2.

Tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dikatakan Mashur Razak sudah ada kemajuan. Budaya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sudah mulai tumbuh. Tahun ini  mendapatkan dana hibah penelitian 50 juta.

”Memang masih rendah tetapi ini bisa memotivasi dosen lainnya untuk meneliti. Sementara untuk pengabdian  juga mengalami peningkatan tahun ini mendapat hibah pengabdian Rp100 juta untuk kegitan Iptek.

Mashur juga menyampaikan kalau STIE Nobel sudah terakreditasi institusi dan semua program studinya sudah terakreditasi B dari BAN-PT. Yang menarik menurut Mashur karena program magister manajemen yang baru pertamakali di akreditasi langsung mendapatkan akreditasi B dari BAN-PT.

Sementara itu Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih, MP, mengaparesiasi  kegiatan wisuda STIE Nobel Indonesia yang dilaksanakan Rabu (17/5). “Ini menunjukkan adanya sinergitas yang baik antara yayasan dengan pimpinan perguruan tinggi,”jelas Andi Niar.

Terkait pemberian award kepada sejumlah entrepreneurship  memiliki makna bagi wisudawan dan wisudawati  bisa terinspirasi didalam kegiatan entrepreneurship. Karenanya capaian yang dicapai tidak harus berhenti sampai disini tetapi terus berinovasi untuk mengambangkan kemampuannya.

Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas, menceritakan sebuah perguruan tinggi di Jawa, ketika melakukan asessor di PT tersebut, rupanya mahasiswanya diperguruan tinggi itu sejak semester 6 – 7 diberikan mata kuliah entrepreneurship. Dan hasilnya ketika magang di perusahaan-perusahaan industri, mereka langsung diminta untuk bekerja di perusahaan tersebut.

“Jadi mahasiswanya yang diterima sudah memperlihatkan kemampuannya dan ini juga sama dengan yang dikembangkan STIE Nobel Indonesia,”tandas Andi Niar.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *