Unismuh Makassar Bebas Rokok, Unhas Ajak Bermitra

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE,MM saat menerima Direktur Hasanuddin Contact, Prof Dr dr Alimin Maidin dan Tomoyuki Shibata di ruang rektor, lantai 17. foto nasrullah

RAKYATBERSATU.COM.-Universitas Muhammadiyah Makassar sejak era kepemimpinan Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim, sudah mengeluarkan sebuah kebijakan strategis universitas, yakni Kampus Unismuh Makassar bebas dari asap rokok. Jadi sudah lebih setahun ini tidak ada lagi dosen, karyawan maupun mahasiswa Unismuh yang boleh merokok di Kampus Unismuh.

Hasanuddin Center for Tobacco Control and Non-Communicable Disease Prevention (Hasanuddin Contact) adalah sebuah organisasi nirlaba yang dibawahi oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, yang ikut membantu mengimplementasikan Perda Kota Makassar No.4 tahun 2013, tentang kawasan tanpa rokok di Kota Makassar maka Unhas menggandeng Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi mitra kampus yang ikut mendukung program tersebut.

Untuk mendukung kerjasama Hasanuddin Contact dengan Unismuh Makassar, maka baru-baru ini Direktur Hasanuddin Contact, Prof Dr dr M. Alimin Maidin, MPH yang juga Dekan FKM Unhas bersama dengan Tomoyuki Shibata, Ph.D, M.Sc, Co-Founded dan Executive Director dari Global Enviromental Health LAB yang mendukung kegiatan program lingkungan yang aman dan sehat ini, maka baru-baru ini melakukan kunjungan ke Unismuh dengan bertemu Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE,MM.

Rektor Rahman Rahim, tentu cukup merespon program pengembangan kawasan kampus bebas asap rokok ini. “ Kita pasti merespon, karena program bebas asap rokok di kampus ini sudah menjadi regulasi Unismuh Makassar dan ini sudah masuk tahun kedua. Jadi di area kampus Unismuh Makassar sudah tidak ada lagi asap rokok saat ini,”ujar Rahman.

Agar kerjasama ini berjalan optimal, maka Hasanuddin Contact akan melaksanakan workshop kepada perguruan tinggi mitra, diantaranya adalah Unismuh Makassar. Tujuannya untuk memberikan keterampilan pada research dan scientific writing mengenai tobacco control.

Menurut Rektor Rahman Rahim, peserta workshop adalah dosen dan mahasiswa. Masing – masing perguruan tinggi mitra mengutus 2 orang dosennya dan 7 orang mahasiswa pilihan. Peserta workshop ini nantinya akan menjadi pioneer dalam pengembangan tobacco-free campus bagi perguruan tinggi lainnya di Kawasan Timur Indonesia.-nasrullah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *