Beginilah Cara Dinas PKH Sulsel Selamatkan Generasi Kerbau Belang

Petugas UPT IB Dinas PKH Toraja Utara sedang menampung spermabeku kerbau belang jantang saat kawin dengan kerbau betina.— Nasrullah—-

RAKYATBERSATU. -Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel memiliki cara tersendiri untuk menyelematkan generasi kerbau belang (KB) di  kabupaten Toraja  dan Toraja Utara.

Kerbau belang  sebelum hendak dipotong pada puncak acara budaya di Toraja, petugas IB dari Dinas PKH kabupaten turun melakukan pegambilan sperma dengan cara memancing kerbau belang pejantan mengawani kerbau betina yang sudah disiapkan. Tentu petugas IB tidak serta merta bisa mengawinkan kerbau belang jantan dengan kerbau betina, tetapi harus terlebih dahulu meminta izin  dengan pemilik kerbau.

Pada saat kerbau hendak mengawani  kerbau betina tersebut, dengan cekatan petugas IB memasang alat untuk menampung sperma yang dikeluarkan oleh kerbau jantang tersebut.  Sperma yang dikeluarkan ini lalu  kemudian ditampung kedalam kontainer semen beku N2Cair agar spermanya tetap bertahan lama.

Kabid PKH Toraja Utara, Paulus Tikutondok, S.Pt bersama dengan Adrianus Mario salah seoran petugas UPT IB Torut, mengatakan, pengambilan sperma kerbau belang atas petunjuk  Kadis PKH Provinsi Sulsel, Ir Abdul Asis, bahwa sebelum kerbau dipotong saat pesta adat, harus diambil spermanya.

Menurutnya dengan mengambil sperma kerbau yang mau dipotong akan menyelematkan generasi baru hingga 200 dosis semen beku atau sekitar 200 ekor kerbau belang hasil kawin suntik.

Pengambilan sperma kerbau belang ini, sebut Paulus untuk mendukung program pemerintah melalui program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting/Kerbau Induk Wajib Bunting.

Dikatakan Kadis PKH, Ir Abdul Asis, kerbau belang di Toraja ini terancam jika tidak dilestarikan. Setiap tahun kerbau belang yang dipotong di Toraja maupun di Toraja Utara mencapai ribuan ekor. Dan jika tidak ada pembudidayaan maka terancam punah. Lagian pula  kerbau belang yang memang dipelihara untuk dipotong pada acara budaya, tidak dibiarkan kawin dengan kerbau betina. “Ada imeks di pemilik kerbau belang jika dikawinkan maka ferpormancenya akan turun. Inilah kenapa keturunan kerbau belang langkah. Karena lambat regenerasnya,”tandasnya.

Kabag Program Dinas PKH Provinsi Sulsel, Ir Andi Panggeleng, MM, mengatakan, dinas PKH Provinsi Sulsel meminta kepada PKH kabupaten agar kerbau yang mau dipotong saat pesta adat sebaiknya diambil dulu spermanya. Ini dilakukan untuk menyelamatkan generasi berikutnya.

Peternak kerbau belang  di Toraja selama ini enggan mengawinkan kerbaunya karena dengan membiarkan kerbaunya kawin liar, dianggap bisa menurunkan ferpormance kerbaunya. Dan ini tentu akan berpengaruh terhadap nilai jual. Dan untuk sekadar diketahui, klas kerbau yang divediokan ini harganya sudah tembus Rp500 juta dan bahkan ada kerbau belang yang  nilainya sampai mencapai miliaran rupiah satu ekor.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *