DPKH Sulsel Laksanakan Pemurnian Genetik Sapi Bali

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Ir Hj Hermawaty (kedua kiri), Kepala UPTD Pembibitan dan Hijauan Ternak Puca’, Drh Nurlina Saking, SH,M.Kes, MH (kiri), dan Kepala BBIP Singosari Malang Jatim, Drh Enniek Herwijanti MP (kedua kanan) dan staf BBIB, Ardiana di Kantor DPKH Sulsel, Kamis 7 Desember 2017. –nasrullah-

RAKYATBERSATU- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Sulsel telah melaksanakan pemurnian genetik Sapi Bali di UPT Pembibitan dan Hijauan Pakan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel kerjasama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang Jawa Timur.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama Kepala DPKH Provini Sulsel, Ir H Abdul Azis, MM dengan Kepala BBIB Singosati Malang Jawa Timur, Drh Enniek Herwijanti MP, di Kantor DPKH Sulsel, Kamis 7 Desember 2017. Dihadiri Sekretaris DPKH Sulsel Ir Hj Hermawaty

Kepala UPT Pembibitan dan Hijauan Ternak Puca’ DPKH Sulsel, Drh Nurlina Saking, SH, M.Kes, MH, kepada media mengatakan, pemurnian genetic sapi bali yang dilaksanakan ini adalah persilangan sperma beku Banteng Cross dengan sapi bali yang ada di UPTD Pembibitan Ternak Puca’ Maros. “ Semen beku Banteng Cross adalah sperma sapi bali asli yang didatangkan dari BBIB Singosari Malang Jatim,”ujar Nurlina Saking.

Pemurnian semen beku Banteng Cross dengan sapi bali milik UPTD Pembibitan Ternak Puca’ Maros ini diharapkan menghasilkan genetic sapi bali sampai 95 persen. “Untuk tahap pertama UPTD Puca’ membutuhkan 100 Straw (semen) untuk 100 ekor sapi bali betina indukan dan 2018 diprogram lagi untuk 100 ekor. Berharap 9 bulan kedepan sudah ada yang melahirkan anak sapi bali asli,”ujar Nurlina.

Untuk memastikan hasil persilangan ini murni asli sapi bali maka dilakukan pemeriksaan genetik di labortorium apakah hasilnya ini betul-betul sudah mencapai 95 persen sapi bali asli. “Dari hasil pemeriksaan laboratorium baru akan diketahui bahwa sapi yang dihasilkan ini sudah betul-betul murni sapi bali asli,”ujarnya.

Ada beberapa alasan dikemukakan Kepala UPTD Pembibitan dan Hijauan Pakan Ternak Puca’, Drh Nurlina Saking, mengapa melakukan pemurnian genetic sapi bali, dari sisi budaya sapi bali itu sudah puluhan tahun dikenal oleh masyarakat peternak sehingga sangat sulit beralih kepada ternak lainnya. Kalaupun itu ada itu terbilang sangat sedikit peternak.

Alasan lainnya dari segi ekonomi, karkas sapi bali lebih tinggi dibanding dengan sapi-sapi jenis lainnya. Kalau sapi bali karkasnya bisa mencapai sampai 56 persen, sementara sapi jenis lainnya hanya sekitar 48 persen saja nilai karkasnya.

Ada lagi keunggulan lainnya dari sapi bali ini jika dibandingkan dengan sapi eksotik, sapi bali dalam cuaca ekstrim masih bisa bertahan, begitu pula dengan kondisi pakan yang ekstrim juga masih bisa bertahan. “Inilah mengapa sapi bali asli ini perlu terus dilestarikan, tetapi bukan berarti sapi eksotik tidak dikemangkan. Karenanya dengan kerjasama BBIB Singosari Malang Jatim ini lebih pada pemurnian sapi bali asli dan perbaikan ferpormans atau penampilannya,”kuncinya.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *