PD Pasar Pastikan Pemasangan Instalasi Listrik, Tidak Merugikan Pedagang

Rapat sosialisasi pemasangn intalasi listrik di PasarPanakukang, Toddopuli beberapa waktu lalu.-Foto nasrullah

RAKYATBERSATU.-Sosialisasi pemasangan instalasi listrik di Pasar Panakukang Makassar khususnya di lods-losd yang selama ini menggunakan listrik dengan cara nyantol beberapa hari lalu itu dipastikan tidak akan merugikan pedagang. Pemasangan instalasi listrik ini untuk mengatur penggunaan listrik agar dikemudian hari tidak ada lagi pedagang yang nyantol listrik ditempat lain.

“Insya Allah tidak akan merugikan pedagang kecil. Dan nanti kita hitung sama-sama, berapa diabayar listrik saat masih nyantol dengan setelah memiliki instalasi listrik sendiri,”ujar Kabag Umum PD Pasar Kota Makassar, Syamsul Bahri dan Direktur OPS PD Pasar, Jafri Timbo, dalam acara sosialisasi pemasangan instalasi listrik yang dihadiri pedagang Pasar Panakukang. Hadir juga Kepala Pasar Panakukang, Azis.

Dalam sosialisasi pemasangan listrik di Pasar Panakukang hadir peluhan pedagang.Saat sosialisasi beberapa pedagang khususnya pemilik ruko yang selama ini mengaku sudah memiliki instalasil istrik sendiri dan tidak ada masalah dengan pembayaran listriknya selama ini dengan PLN, malah kuatir dengan program baru PD Pasar malah bebannya listrik yang dia akan bayar bias semakin meningkat.

“Jika nanti dengan kebijakan baru PD Pasar justru akan memberatkan pedagang khususnya bagi pemilik ruko, maka pemilik ruko bersatu untuk menolak kebijakan PD Pasar,”ujarsalah seorang pedagang kepada PD Pasar saat sosialisasi berlangsung.

Direktur OPS PD Pasar Kota Makassar, Jafri Timbo, mengatakan, pemasangan instalasi listrik kali ini focus dulu ditempat pedagang yang selama ini nyantol-nyantol listrik ditempat lain. “Ini dulu yang kita tata, karena ini juga kalau tidak ditata rawan kebakaran,”tandasnya.

Soal adanya kekhawatiran pedagangalan lebih banyak dibayar, Jafri Timbo pastikan tidak akan memberatkan pedagang. “Sebelum pemasangan, pedagang diajak berdiskusi berapa beban listrik yang dibayar saat masih nyantol, dan setelah memiliki instalasi linstrik sendiri,”ujarnya.

Dalam hitungan sementara, ditetapkan penggunaan listrik 100 watt, pedagang hanya dibebani pembayaran listrik sebesar Rp25 ribu per bulan. “Jadi kalau mau lebih banyak disesuaikan saja,”ujar Jafri Timbo.

Tentang keinginan pedagang jika keputuan ini sudah disepakati maka harus ada hitam diatas putih, karena khawatir berganti kepemimpinan, berganti pula kebijakan, itu direspon positif oleh JafriTimbo. (nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *