Prof Ambo Asse Tutup Regional Meeting KTI

Peserta Regional Meeting LPCR se KTI foto bersama dengan Ketua Umum PWM Sulsel Prof Dr H ambo Asse dan LPCR PP Muhammadiyah, usai acara penutupan, Ahad 8 Oktober 2017.-nasrullah-

RAKYATBERSATU.-Regional Meeting Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) se Kawasan Timur Indonesia yang dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, berakhir Ahad 8 Oktober 2018.

Acara ini ditutup Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse. Hadir Wakil Ketua LPCR PP Muhammadiyah, Kombes Jamaluddin dan enam orang lainnya pengurus LPCR PP Muhammadiyah, Koordinator LPCR PWM Muhammadiyah Sulsel, Ir H Darwis Lantik, Ketua LPCR PWM Sulsel, Ir Azis Taba, Sekretaris LPCR PWM Sulsel Drs Irianto Sulaeman dan sejumlah pengurus LPCR PWM Sulsel.

Sebelum acara ini ditutup, Wakil Ketua LPCR PP  Muhammadiyah, Kombes Jamaluddin, dalam sambutannya, mengharapkan rencana kerja yang telah disepakati bersama dalam regional meeting ini harus segera ditindaklanjuti.

Dari empat program prioritas  yang direncanakan, Mei paling lambat 2018 sudah ada tindaklanjutnya. “LPCR PP Muhammadiyah akan menagih pada Rakornas 2018 tahun depan,”ujar Kombes Jamaluddin.

Dari empat program prioritas hasil rekomendasi regional meeting LPCR se KTI di Makassar, yakni adanya  pemetaan cabang an ranting setiap wilayah, terbentuknya satu  cabang dan tiga ranting unggulan disetiap daerah atau wilayah,  pengembangan korps muballigh 50 persen  di cabang dan ranting  serta pengembangan SDM untuk pengembangan cabang dan ranting disetiap wilayah.

Sementara itu Ketua Umum PWM Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, dalam acara penutupan, pertama-tama menyampaikan rasa terima kasih kepada LPCR PP Muhammadiyah atas dipilihnya PWM Sulsel sebagai tuan rumah pelaksanaan regional meeting se KTI.

Prof Ambo juga  berharap  program prioritas yang telah dihasilkan harus ada tindak lanjutnya. “Jadi begitu tiba di daerahnya masing-masing langsung bergerak mengerjakan program yang sudah disepakati bersama,”tandas Prof Ambo.

Dia juga mengakui dibeberapa daerah  LPCR belum berkembang sesuai yang diharapkan, bahkan ada yang jalan ditempat. Karena itu setelah mengikuti regional meeting ini sudah ada motivasi  atau dorongan yang kuat untuk menggerakkan LPCR di daerahnya masing-masing. Berharap PDM bersama-sama dengan LPCR-nya  memajukan  cabang maupun rantingnya di wilayahnya masing-masing.

“PWM Sulsel  tentu merasa bersyukur karena  bisa mengikutkan peserta lebih banyak dibandingkan dengan wilayah lainnya. Sulsel seluruh PDM dan LPCR  se Sulsel diundang  untuk mengikuti acara ini, sementara wilayah lainnya hanya mengikutkan perwakilannya masing-masing satu orang,”ujar Prof Ambo.

Terkait dengan pengmbangan LPRC, Prof Ambo juga terinspirasi dengan  budaya yang dibangun oleh IAIN Gorontalo, yakni membudayakan salat pardhu subuh berjamaah di kampus setiap hari Ahad.  Subuh berjamaah ini sebut Prof ambo Asse sudah berlangsung 40 tahun lalu lamanya dan dihadiri 300-an jamaah.

“Kalau ini bisa dilakukan  oleh PDM di wilayahnya masing-masing maka Muhammadiyah di daerah  bisa lebih cepat kemajuannya. Tolong PDM-PDM lakukan ini dan PWM Sulsel siap memberikan pengajian subuh,”janji Prog Ambo.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *