Rektor Unismuh Dukung Program Baznas Kota Makassar

 Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM berjabat tangan dengan Ketua Baznas Kota Makassar, Dr H Anis Kama, usai menandatangani Mou  tentang sosialisasi pengelolaan zakat, di Kampus Unismuh, Rabu (28/3/2018).-nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.-Pengelolaan zakat, infaq dan sedekah  sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23/2011  yang  merupakan pembaharuan dari UU Nomor 38/1999, selama ini dianggap belum berjalan optimal.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat tersebut,  khususnya di Kota Makassar, maka pemerintah berharap perlunya membangun kemitraan. Makanya Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar telah mencoba membangun kerjasama dengan Unismuh Makassar.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU, antara Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM dengan Ketua Baznas Kota Makassar, Dr H Anis Kama, di Balai Sidang Unismuh Makassar, Rabu (28/3/2018).

Rektor Rahman Rahim, usai menandatangani MoU, berjanji akan mendukung program Baznas Kota Makassar dalam rangka untuk mensosialisasikan pengelolaan zakat. “Insya Allah kami siap mendukung program Baznas  Kota Makassar,”janji Rahman Rahim.

Dikatakan, berbicara zakat di negeri ini, potensinya sangat besar. Kalau berjalan optimal maka Negara bisa mengumpulkan zakat sekitar 250 triliun per tahun. Namun karena ini tidak berjalan optimal maka realisasinya hanya Rp8 triliun.

Padahal, kata Rahman, jika 250 triliun ini bisa terkumpul, maka dipastikan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu pengelolaan zakat  menjadi tantangan bagi perguruan tinggi Unismuh Makassar. Makanya rektor berharap mulai dari prodi hingga fakultas dapat memperhatikan zakatnya.

“Unismuh Makassar adalah  salah satu perguruan tinggi yang cukup berpotensi  untuk pengelolaan zakat. Mahasiswanya mencapai 22 ribu lebih, jumlah dosennya hampir mencapai seribuan dan jika zakatnya ini bisa lebih di optimalkan maka potensi zakat di Unismuh ini sungguh luar biasa besarnya,”tandas Rahman.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Makassar, Dr Anis Kama, mengatakan penandatangan MoU  Baznas Kota Makassar dengan rektor Unismuh Makassar adalah langkah yang sangat strategis dalam mensosialisasikan pelaksanaan dan pengelolaan zakat di Kota Makassar.

Sekarang ini sebut mantan Asisten I Pemerintahan Kota Makassar, pengelolaan zakat khususnya zakat pendapatan masih sering terjadi perdebatan di masyarakat. Masih banyak yang berpendapat zakat harta tidak memiliki dalil yang kuat. “Inilah mengapa perlu melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat,”tandas Anis Kama.

Mudah-mudahan, kata Anis, dengan kerjasama Unismuh Makassar dengan Baznas Kota Makassar dosen semakin ihlas  mengeluarkan zakatnya sebagaimana yang diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku.-nasrullah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *