Kapan Pandemi Covid-19 ini Berakhir ?

Oleh: Prof Dr. Muh. Najib Bustan, MPH

Pandemi tidak bisa berakhir. Sekali pandemic tetap pandemic (kecuali Cacar dan Polio yang sudah dieradikasi). SARS, MERS, Meningitis, HIV/AIDS masih gentayang sebagai pandemic yang belum berakhir, bahkan mungkin akan lebih besar re-pandemi. Virus Covid-19 ini saja kalau benar berasal dari atau serupa dengan Sars dan MERS, terbukti lebih ganas sepak terjangnya.

Pandemi hanya bisa dicegah (kalau belum terjadi), dan dikendalikan (control) kalau sudah terjadi. Kalau sudah terjadi pandemic, kita bagi dua tugas: pemerintah bertugas mencegat PENYEBARANNYA, dan masyarakat bertugas mencegat PENULARANNYA.
Mencegat penyebaran dengan cara TUTUP PINTU masuk wilayah kekuasaan pemerintah sehingga penderita penyakit wabah tidak bisa masuk;
dan mencegat penularan dengan cara TUTUP PINTU masuk rumah sehingga penduduk tidak terkontaminasi/tertular dengan orang yang masuk ke rumahnya. (kata mencegat, untuk lebih tegas dari kata mencegah).

Jadi, mengapa bisa terjadi penyebaran pandemic ke suatu negara, misalnya Indonesia. Ya, karena pemerintah tidak menjalankan tugasnya untuk tutup pintu masuk penderita penyakit wabah dari luar negeri. Tetapi pemerintah sudah melaksanakan skrening di semua bandara dan pelabuhan. Ya, namanya kebobolan, karena skrening tidak bisa mendeteksi benar semua penumpang yang masuk dari luar negeri. Satu kasus bobol, ya terjadilah awal epidemic/wabah nasional.

Kenapa harus tampak menular dengan cepat dari suatu daerah (misalnya DKI Jakarta, ke wilayah pemerintahan lainnya (misalnya ke Propinsi Sulsel dan Kota Makassa).
Ya, sama; karena setiap pemerintah daerah(propinsi/kabupaten/kota) tidak menutup pintu masuk wilayahnya.

Kalau sudah menyebar ke dalam suatu wilayah tertentu, maka selanjutnya akan terjadilah penularan antar penduduk dalam wilayah tersebut. Ini tugas masyarakat supaya mereka tidak tertular dengan orang terjangkit penyakit wabah tsb. Dengan cara metutup pintu rumah masing-masing. Dan ini tidak dilakukan juga oleh masyarakat.

Jadilah jelaslah bagaimana bisa terjadi penularan dan penyebaran pandemic, dan jelas pula bagaimana cara mencegahnya. Caranya sangat sederhana, mudah, dan murah, dan cepat.
Yaitu: PEMERINTAH MENUTUP PINTU MASUK WILAYAH PEMERINTAHNNYA, dan MASYARAKAT MENUTUP PINTU MASUK RUMAHNYA MASING-MASING. Tuntaslah pandemic.

Tetapi kenyataannya, pemerintah dan masyarakat sudah melakukannya. Ya, benar, namun ingat syaratnya: harus dilakukan secara tegas, dan serentak menyeluruh. Ini tidak dilakukan.

Karena itu, bagaimana keadaan pandemic sekarang, tidak perlu berhenti berusaha. Tetap ada solusinya yang sangat mudah, murah, sederhana dan segera.

Dan momentum bulan puasa ini adalah kesempatan yng paling menjanjikan.Caranya sangat sederhana. Laksanakanlah puasa dan seluruh rangkaian ibadahnya (bagi ummat Islam, dan ummat beragama lainnya sesuai dengan caranya masing-masing) dengan tetap tinggal di rumah untuk semua masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, hingga seluruh penduduk negara di dunia.

Cukup dengan bersabarlah secara serentak bersama-sama selama 14 hari, mulai dari 1 Ramadhan, sehingga mulai 15 Ramadhan kurve epidemiologi akan melandai dan mencapai titik terendah pada 1 Syawal hari raya Idul Fitri.

Hanya ini salah satunya cara mengontrol, mengakhiri dan memenangkan perang melawan pandemi Covid-19. We are the winner. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *