TORAJA UTARA BELAJAR PASAR TRADISIONAL DI BANTAENG

 Suasana pertemuan di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bantaeng,
Suasana pertemuan di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bantaeng,

Bantaeng,- Anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara (Torut) yang tergabung di dalam Panitia Khusus (Pansus) pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Pasar Tradisional Modern belajar di Bantaeng.

Tim yang dipimpin Ir Herman Lembang dan Yosepina Popang disertai Kabag Hukum, Sekretaris PMD, Sekretaris Dewan dan sejumlah staf tersebut diterima Asisten I bidang Pemerintahan Irvan Langgara di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (20/8).

Menurut Herman Lembang, Kabupaten Torut yang baru 5 tahun berdiri ingin juga memiliki Bumdes dan Pasar Trasidional Modern seperti di Bantaeng.

‘’Dalam rangka pembentukan Peraturan Daerah (Perda) itulah, kami datang belajar agar Torut juga bisa maju seperti di Bantaeng,’’ tandasnya.

Ketua Pansus mengakui, meski belum ada Perdanya, selama ini Kabupaten Torut telah membentuk Bumdes percontohan, namun belum bergerak.

Ia berharap, setelah Perda tentang Bumdes sudah ada, lembaga di tingkat desa ini juga sudah bisa bergerak karena lembaga ini dibutuhkan untuk membantu masyarakat desa, urainya.

Masih menurut Harun Lembang, meski baru berusia 5 tahun, namun Kabupaten Torut telah memiliki 21 kecamatan, 111 desa dan 40 kelurahan.

Asisten I Pemda Kabupaten Bantaeng Irvan Langgara menyambut baik kehadiran Pasus Torut yang memilih Kabupaten Bantaeng sebagai daerah study banding.

Irvan Langgara pada kesempatan tersebut disertai Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Ratna Lantara, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Hartawan Zainuddin, Sekretaris PMD Johni Tambing, Kepala Badan Ketahanan Pangan Ritha Pasha, Kabag Humas Riesa Meylani dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Asisten I, Kabupaten Bantaeng merupakan daerah terkecil di Sulsel. Dengan wilayah yang kecil dan penduduk yang sedikit, maka jatah Dana Alokasi Umum (DAU)-nya juga sedikit.

Selain DAU yang hanya Rp 379 miliar, Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya hanya Rp 20 miliar dan tahun ini diharapkan bisa meningkat hingga Rp 40 miliar.

Meski begitu, akselerasi pembangunan yang dilakukan Pemda tidak kalah dengan daerah lain yang memiliki APBD besar.

Ia member contoh pembangunan serta renovasi sebanyak 14 unit pasar yang dilakukan Pemda sejak tahun 2010 mendapat bantuan pusat dan provinsi.

Demikian pula dengan pembentukan Bumdes yang diberi dana awal masing-masing Rp 100 juta serta difasilitasi mobil niaga. Ini berkat kepiawaian Bupati Bantaeng menggalang dana dari berbagai sumber termasuk bantuan luar negeri.

Sejak HM Nurdin Abdullah memimpin daerah ini, seluruh potensi digerakkan, termasuk potensi desa. Karena itu, tepat, bila Pansus Torut belajar ke daerah berjarak 120 kilomoter arah selatan Kota Makassar,, ibukota provinsi Sulsel.

Usa pertemuan, Tim Pansus Kabupaten Torut meninjau Pasar Tradisional Modern Lambocca, Bumdes Rappoa serta beberapa fasilitas lain, termasuk kawasan wisata Pantai Marina dan Pantai Seruni.(hms)     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *