20 Desember 2014, BBM Subsidi Habis

BBM bersubsdi mulai langka di berbagai daerah di Indonesia (ist)
BBM bersubsdi mulai langka di berbagai daerah di Indonesia (ist)

Jakarta.- Krisis BBM nampaknya menjadi bantu sandungan pemerintahaan Jokowi-JK setelah dilantik pada 20 November 2014 mendatang. Pasalnya subsidi BBM yang digelontorkan selama ini diprediksi sudah habis terpakai pada dua bulan ke depan. Untuk menyelamatkan kondisi tersebut, pemerintah SBY diminta untuk segera menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut secepatnya.

Kondisi krisis BBM juga diungkapkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya. Menurut dia, jika tidak ada langkah apapun dari pemerintah terkait kebijakan BBM subsidi dalam waktu dekat, maka diperkirakan seluruh jatah BBM subsidi habis paling lambat pada 20 Desember 2014.

“Saat ini Pertamina diminta pemerintah untuk tidak lagi melakukan pengkitiran (pemotongan jatah BBM subsidi di SPBU) akibatnya secara garis besar volume konsumsi BBM subsidi akan lebih dari kuota yang ditentukan, akan over 1,35 juta kilo liter (KL),” katanya.

Sementara itu, pertemuan resmi Presiden SBY dan Presiden terpilih Jokowi di Bali juga sempat membicarakan masalah BBM tersebut. Bahkan mantan walikota Solo ini meminta SBY untuk mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kondisi yang mungkin terjadi.

“Jadi tadi malam memang secara khusus saya meminta kepada Presiden SBY untuk menekan defisit APBN dengan menaikkan harga BBM,” kata Jokowi di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2014.

Namun secara pasti belum diketahui, apakah pemerintahan SBY akan melakukan langkah penting untuk menyelamatkan krisis BBM yang mulai meresahkan masyarakat ini.

Dalam kesempatan terpisah, presiden terpilih Jokowi mengaku sudah menyiapkan beberapa program untuk mengalhkan anggaran subsidi jika telah dilantik nanti.

Ada beberapa program yang tengah digodok oleh tim transisi,seperti mempercepat Kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, penataan rumah rakyat. Termasuk program masyarakat pedesaan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang produktif.

Jokowi mengakui ruang fiskal untuk APBN 2015 sangat terbatas karena terlalu banyak anggaran-anggaran yang sudah punya pos-pos tetap yang tak bisa diubah. Namun yang paling mungkin adalah merevisi anggaran subsidi BBM yang sangat besar. Tahun depan anggaran subsidi BBM mencapai Rp 291 triliun.

“Kamu baca sendiri APBN 2015. Posturnya akan kelihatan, berapa untuk bayar subsidi, berapa untuk bayar utang. Kan kelihatan. Juga anggaran yang mengikat, yang tidak bisa diubah. Untuk pendidikan kan 20%, itu tidak bisa diubah. Itu amanat undang-undang,” katanya.

Tidak Ada Opsi Lagi
Sementara itu, Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengatakan saat ini sudah tidak ada opsi lain untuk mengatasi masalah subsidi BBM selain menaikkan harga. Langkah ini diyakini mampu menyelamatkan anggaran negara. “Memang ada opsi lain? Coba katakan kepada saya?” kata Jusuf Kalla, di hotel JS Luwansa.

Knaikan harga BBM, kata JK, diperlukan untuk menyelamatkan negara dari kebangkrutan. Saat ini, anggaran ratusan triliun rupiah habis untuk subsidi BBM.”Yang penting negara selamat, yang penting negara tidak bangkrut, yang penting negara bisa bayar gaji, yang penting bisa daerah berjalan. Kalau tidak, maka sewaktu-waktu likuiditas pemerintah akan habis,” terangnya.(yd/bbs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *