296 Mahasiswa YAPIM Ikuti KKLT Perdana

Tahun Ini  Kampus Berubah Status Menjadi  Universitas

Koordinator Kopertis  Wilayah IX  Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih, MP saat wawancara media.
Koordinator Kopertis Wilayah IX Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih, MP saat wawancara media.

Maros.RBC.- Koordinator Kopertis  Wilayah IX Sulawesi  Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih, MP melepas  296 mahasiswa  Kuliah Kerja Lapangan Terpadu  (KKLT)  Perdana  STKIP, STIM dan STIPER YAPIM , di  Ruang Pondopo Kantor Bupati  Maros , Senin 9 Februari 2015. Usai pelepasan mahasiswa langsung diterima oleh Sekretaris  Daerah Kab. Maros, Ir H Baharuddin, MM. Hadir Ketua YAPIM, Drs  HM Ikram Idrus, Ketua STKIP Prof Dr H Kaharuddin dan dua pimpinan lainnya, Bendahara YAPIM,  Syahrir, SE,MM dan sejumlah civitas akademika.

Menurut Ketua Panitia KKLT, Prof Dr Ir  H Zulkifli  Syamsir, MM bahwa mahasiswa  yang melaksanakan KKLT Perdana  akan ditempatkan pada lima kecamatan , yakni  Cenrana, Camba,  Tompobulo, Bontoa serta Kecamatan Maros Baru.  Mahasiswa  akan ditempatkan pada lima desa  atau kelurahan pada tiap kecamatan selama kurang lebih satu bulan.. Menurutnya kegiatan ini  bagian dari uji  coba  dalam  mengitegrasikan semua program studi yang dikelola dengan kondisi yang ada dilapangan.

Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih, MP, mengapresiasi kegiatan KKLT Terpadu  yang dilaksanakan YAPIM.  Kegiatan ini nantinya akan menjadi cikal bakal dari pelaksanaan KKN terpadu jika YAPIM  sudah beralih  status menjadi universitas. Gugur besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Unhas ini sangat mendukung  peningkatan status  YAPIM menjadi universitas.

Hanya saja Niartiningsih  mengimbau pengelola pendidikan YAPIM  bahwa untuk mewujudkan kampus ini burubah menjadi universitas maka, para pengelola tetap menjaga proses pendidikan ini  dapat berjalan dengan baik. “Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi  ini hendaknya dijaga betul prosesnya  dengan baik. Perguruan tinggi jika didalamnya tidak melaksanakan proses yang baik, maka kualitasnya sangat diragukan,”tandas Niartiningsih.

Sementara itu Ketua Yayasan Pergurun Islam Maros (YAPIM), Drs HM Ikram Idrus, SE, MM, megatakan, pihaknya telah berusaha agar tahun ini YAPIM yang selama ini mengelola tiga lembaga sekolah tinggi, yakni  STKIP, STIM dan STIPER  akan berubah status menjadi Universitas.  OLeh karena itu berharap  dukungan  Pemerintah kususnya Pemda Maros dan Kopertis Wilayah IX. “Kita berharap tahun ajaran 2015/2016  sudah  mendapat persetujuan  dari kementerian pendidikan riset dan teknologi,”harapnya. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *