60 Guru Pelatihan Jurnalistik di Makassar

Moh.Arafah, praktisi media saat membawakan meteri pelatihan jurnalistik.(ym)
Moh.Arafah, praktisi media saat membawakan meteri pelatihan jurnalistik.(ym)

Makassar.RBC.- Sedikitnya 60 guru-guru se-Sulsel ikut pelatihan jurnalistik di Gedung  LPMP  Sulsel, Minggu 19 April 2015. Sehari sebelumnya Sabtu, 18 April peserta yang juga  pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten dan kota se-Sulsel mengikuti rapat kordinasi dengan Ketua  PGRI Sulsel, Prof.Dr.HM. Wasir Thalib, MS serta para pengurus lainnya.

Demikin ditegaskan Wakil Sekretaris III  PGRI Sulsel, Yasmain  Gasba, S.Pd, M.Pd didampingi Ketua Biro Komunikasi dan Informasi, Mustafa, S.TPR, M.Pd, diMakassar, Minggu (19/4).

Dijelaskan, pelatihan itu merupakan salah satu  realisasi program kerja pengurus PGRI Sulsel. Hasil akhir dari pelatihan, PGRI Sulsel akan melakukan pembenahan  penerbitan media internal  Gema Guru,  yang sudah terbit beberapa tahun lalu.

Lewat pelatihan, tegas Yasmin yang juga magister pendidikan lingkungan hidup, PPS-UNM ini lepasannya akan menjadi pengelola dan pencri informasi untuk media internal tersebut.

Suasana pelatihan jurnalistik yang diikuti 60 orang guru se Sulsel (ist)
Suasana pelatihan jurnalistik yang diikuti 60 orang guru se Sulsel (ist)

PGRI dibawah kepemimpinan Prof Wasir Thalib, bertekad membenahi penerbitan dari segi manajemen pengelolaan redaksi serta distribusi untuk anggota PGRI yang menyebar di seluruh pelosok wilayah Sulsel, tegas Yasmain

Nara sumber  dalam pelatihan di antaranya;  Redaktur Pelaksana Majalah CERDAS Kopertis IX Sulawesi, Drs.Moh Yahya Mustafa, M.Si dengan materi, tehnik mencari dan menulis berita serta salah seorang redaktur Harian Ujungpandang Ekspres Makassar, Muhammad Arafah, SH,MH dengan materi, mengelola penerbitan harian dan majalah dinding.

Kedua nara sumber yang juga praktisi media dan akademisi ini, membagi pengalaman dalam mencari, menulis da mengedit serta mengelola media internal, tandas Yasmain .  

“Kehadiran media internal Gema Guru  tambah Mustafa, sangat didambakan para guru se-Sulsel. Selain menjadi ajang silaturrahim sekaligus menjadi wadah untuk belajar menulis dan mengemukakan ide  dan pemikiran lewat tulisan,” tegas mahasiswa S3 Ilmu Pedidikan PPs-UNHAS ini.

Pembenahan majalah internal PGRI itu, secepatnya dilakukan dengan kehadiran lepasan pelatihan jurnalistik. Kualitas sajian semakin ditingkatkan serta distribusi semakin meluas se kalangan guru guru se-Sulsel. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *