Security Unismuh Dukung Kampus Tanpa Rokok

RAKYATBERSATU. Sejak dilakukan penandatanganan pakta integritas kampus Unismuh Makassar tanpa rokok, Sabtu 13 Mei lalu, maka seluruh civitas akandemika Unismuh sudah tidak ada lagi yang merokok di dalam kampus. Meskipun larangan merokok ini masih terbatas di dalam area kampus Unismuh Makassar.

Dukungan kampus Unismuh bebas rokok ini juga datang dari security Unismuh. Saat ini jumlah security di Unismuh Makassar mencapai 30 orang. Semuanya berikrar untuk tidak merokok lagi di dalam kampus.

Security Unismuh Makassar, Syarifuddin S.Sos, kepada media, Jumat (19/5), mengatakan sejak adanya larangan merokok  di dalam area kamus Unismuh, dirinya tidak lagi merokok. “Kita harus mendukung kebijakan rektor dan BPH Unismuh,”tandas Syarifuddin yang juga Satgas Unismuh Bebas Rokok.

Hal yang sama juga dikatakan anggota security Unismuh lainnya, yakni  Yunus, Indar dan Kasasi, bahwa larangan merokok di dalam kampus harus dilaksanakan. Dia juga sebenarnya bersyukur dengan adanya larangan merokok.  Sejak adanya larangan merokok, dia tidak lalgi pusing dengan pembeli rokok setiap harinya.

Menurut Yunus  sebelum ada larangan minimal satu hari itu bisa menghabiskan rokok  satu setengah bungkus selama bertugas. Tetapi dengan adanya larangan merokok, sudah tidak pernah lagi membawa rokok ke kampus.  “Kita hormati kebijakan pimpinan, bahwa tidak hanya kita dilarang merokok di area kampus, tetapi kita juga dilarang membawa rokok ke kampus. Ini yang kita jalankan,”tambah Indar.

Sekarang ini  sudah ditaksir ribuan mahasiswa maupun dosen yang telah menandatangani pakta integritas larangan merokok  pada spanduk  yang berukuran puluhan meter yang terpampang di pelataran kampus  depan kantor rektorat.

Sejumlah petinggi Unismuh sudah menandatangani pakta intergritas larangan merokok, mulai dari rektor, BPH, wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua prodi maupun jurusan,  pegawai, mahasiswa dan juga security. Bahkan yang ikut menandatangani pakta integritas tersebut, PP Muhammadiyah, Dr  Anwar Abbas yang juga Sekjen MUI dan juga PW Muhammadiyah Sulsel, Prof Dr  H Ambo Asse, M.Ag.

Tetapi sebenarnya bila merujuk dari  awal diberlakukannya larangan merokok ini,bermula dari  adanya  fatwa PP Muhammadiyah tentang larangan merokok bagi warga Muhammadiyah. Larangan ini, sesungguhnya tidak terbatas pada areal tertentu dalam hal ini kampus, tetapi dimanapun berada apakah di dalam kampus atau di luar,  larangan merokok bagi warga Muhammadiyah tetap berlaku.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *