Abraham Samad: Tak Mungkin Saya Dipilih

Abraham Samad (ist)
Abraham Samad (ist)

Jakarta.– Belum pasti siapa yang bakal menduduki jabatan Jaksa Agung RI. Sejumlah nama telah beredar. Salah satu nama yang dianggap mumpuni memimpin lembaga hukum ini adalah mantan Direktur Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi, Feri Wibisono.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat itu dianggap mampu membawa perubahan di Kejaksaan Agung yang lebih baik jika ia dipercaya menjabat Jaksa Agung dalam pemerintahan Jokowi-JK mendatang. Dia memiliki prestasi bagus yakni menangkap pengusaha yang dekat dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, yakni Ratu Irma Suryani, karena ‎terlibat dugaan korupsi Program Peningkatan Drainase Primer Kali Parung, Kota Serang, yang bernilai Rp 5.649.721.000.

Sementara nama Ketua KPK Abraham Samad juga santer dibicarakan mampu memimpin jabatan tersebut. Sikap berani dan tegas yang dia tunjukkan di KPK merupakan alasan yang kuat putra Sulsel ini untuk menduduki jabatan itu. Lalu bagaimana tanggapan Abraham Samad.

Dengan nada pesimis, Abraham mengatakan tidak mungkin dirinya ditunjuk untuk menjadi Jaksa Agung. Sikapnya yang tegas, tanpa pandang bulu mungkin menjadi alasan dia tidak akan dipilih.

“Sikap saya kan tidak ada wilayah abu-abu. Saya kan hitam putih, salah-salah saya gebuk. Apa orang di dalam mau saya gebuk?” kata Abraham di kantor KPK, Jakarta, Senin malam, 27 Oktober 2014.

Selain alasan itu, Abraham mengatakan bahwa KPK saat masih kekurangan personel. Dia malah berharap para jaksa yang bertugas di KPK tidak ditarik. ” Kami berharap mereka jangan dulu ditarik, kami masih kekurangan personel, “sebutnya.

Terkait kriteria Jaksa Agung, Abraham menekankan pentingnya integritas Jaksa Agung dari persoalan etika moral dan pelanggaran hukum.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Joko Widodo berhati-hati menentukan Jaksa Agung pengganti Basrief Arief. Jokowi diingatkan tidak memilih politisi untuk menempati posisi Jaksa Agung.

“Jokowi tidak boleh salah pilih Jaksa Agung mengingat pos jabatan tersebut sangat penting dan strategis dalam penegakan hukum. Jaksa Agung harus berinteritas, memiliki kapasitas, paham teknis hukum dan terbebas dari konflik kepentingan,” ujar
Koordinator Badan Pekerja ICW, Ade Irawan.

Peringatan ini disampaikan ICW menyikapi kabar dipilihnya politisi Partai NasDem HM Prasetyo sebagai kandidat kuat Jaksa Agung. ICW menilai dipilihnya politisi malah membuat penegakkan hukum tidak optimal.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *