Ada 1.085 Warga di Indonesia Terindikasi Pendukung ISIS

Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti  (ist)
Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (ist)

Jakarta (rakyatbersatu.com) – Pendukung gerakan ISIS di Indonesia diperkirakan sudah mencapai 1.085 orang. Bahkan sepanjang 2015 ini dipastikan sebanyak 408 warga Indonesia sudah bergabung dengan kelompok ini.

Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam acara Refleksi Akhir Tahun Kinerja Polri yang berlangsung di Aula Rupatama Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015) yang dihadiri seluruh petinggi Polri, diantaranya Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Irwasum Komjen Dwi Priyatno.

Penyebaran doktrin ISIS, menurut Badrodin, dilakukan secara masif melalui jaringan internet. Upaya ini sangat berbahaya, bahkan setiap orang bisa saja terpengaruh.

Badrodin juga mengungkapkan sebanyak 47 warga Indonesia berangkat Suriah untuk mendukung ISIS. Mereka ini sudah kembali ke Indonesia. Tetapi ada sekitar 45 warga Indonesia yang ikut bertempur memperjuangkan ISIS diduga sudah tewas di Suriah.

“Sementara ada sekitar 1.085 orang di Indonesia yang terindikasi pendukung dan simpatisan ISIS. Ini sedang kami pantau pergerakannya,” ujar Badrodin.

Keterlibatan warga Indonesia pada kelompok ini, kata Badrodin. karena alasan keyakinan dan janji mendapatkan kehidupan lebih baik dibanding di Indonesia. Meski demikian ada juga yang mengaku selama hidup di Suriah tidak mendapatkan apa-apa.

Kasus Terorisme
Dibagian lain keterangannya, Badrodin mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2000 hingga 2015, jajaran Kepolisian Indonesia mengungkap 171 aksi terorisme.
Di antaranya bom Bali I tahun 2002, bom Hotel Marriot tahun 2003, bom Kedubes Australia tahun 2004, bom Bali II tahun 2005, bom Ritz-Carlton dan JW Marriot tahun 2009..

“Sejak tahun 2000-2015, Polri telah berhasil menangkap 1.064 orang yang diduga sebagai pelaku terorisme,” ujar Badrodin Haiti.

Berikut rinciannya:
1. 104 orang tersangka meninggal di TKP,
2. 12 orang pelaku bom bunuh diri,
3. 3 orang dieksekusi hukuman mati,
4. 30 orang dalam proses penyidikan,
5. 299 orang telah divonis pengadilan,
6. 451 orang telah bebas dari hukuman, sudah keluar dari penjara,
7. 95 orang dikembalikan ke keluarga karena tidak cukup bukti.

Diakuinya bahwa dalam meredam aksi terorisme dalam kurun waktu 2004 sampai 2015 tersebut sebanyak 102 anggota polisi menjadi korbannya. Dari jumlah tersebut, 35 orang diantaranya meninggal dunia dan 67 luka-luka.

Selamatkan Uang Negara Rp 749 M
Terkait penanganan kasus korupsi di tahun 2015, Kapolri menjelaskan bahwa jajarannya telah menyelamatkan uang negarar Rp 749 miliar. Angka itu didapatkan dari pengungkapan sebanyak 845 kasus korupsi yang dilaporkan ke Markas Besar Polri.

“Khusus tahun 2015, kasus korupsi yang ditangani sebanyak 1.814 kasus dan Polri mampu menyelesaikan 845 kasus atau 46,5% dengan penyelamatan uang negara sebanyak Rp 749 milyir,” kata Badrodin

Menurut Badrodin untuk menangani tindak pidana korupsi, Polri mendapatkan anggaran Rp 184 miliar. Anggaran itu diproyeksikan untuk menangani penyelidikan dan penyidikan sebanyak 898 perkara. Kenyataannya, selama 2015 Polri mampu melebihi target dengan menangani 1.814 kasus tipikor. Capaian ini sekaligus menjawab keraguan publik tentang penanganan kasus korupsi oleh Polri. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *