Akting Pevita Pearce dalam Ujian Berat

Pevita Pearce okSELAIN sempat bingung didapuk memerankan Hayati –  gadis desa era tahun 1930-an yang tak terbayang di benaknya, kepiawaian akting Pevita Pearce (21 th) dalam film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” (TKVDW)  benar-benar dihadang ujian berat. Pasalnya, difilm dadaptasi total dari novel  karya almarhum Buya Hamka yang  dibesut Sutradara sekaligus produser – Sunil Soraya ini, dara cantik blasteran Inggris dan Banjarmasih kelahiran Jakarta, 6 Oktober 1992 ini, ditutut berekspresi total untuk mencuatkan sisi keperempuanan seutuhnya ke permukaan.

“Kepiawaian akting saya kini benar-benar dalam  ujian berat. Selain sempat bingung melakoni peran Hayati  dalam film TKVDW- lantaran di benak saya belum ada gambaran kehidupan gadis desa era 1930an dan kendala bahasanya,  dari lima film bioskop yang saya bintangi sebelumnya, belum pernah menampilkan ekspresi akting  maksimal sebagai perempuan yang  sempurna,” papar Pevita Pearce kepada RB.Com di markas Soraya Entercine Film Menteng – Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Untungnya, lanjut bintang sinetron religi Mutiara Hati (2006) yang merambah layar lebar tahun yang sama lewat film “Denias, Senandung di Atas Awan” ini, dia terus mendapat bimbingan dan  dukungan moril terus menerus dari Pak Sunil – termasuk ketika Pevita ingin menyerah alias tak sanggup memikul beban berat peran sosok  Hayati.

“Karena kurang percaya diri, seminggu jelang syuting saya sempat berkata pada sutradara, saya tak sanggup memerankan tokoh Hayati. Tapi, Pak Sunil terus memberi kesempatan agar tak henti-hentinya  mengasah sisi keperempuanan agar saya dapat mendapatkan sosok perempuan Melayu era tahun 1930-an. Berkat rajin membaca novelnya yang panjang dan memusingkan dan sedikit riset dengan orang-orang yang paham kebudayaan Minang –  akhirnya akting saya dianggap pihak Produser berhasil – kendati dalam berdialog dihadang pula kendala bahasa,” ujar PevitaPearce  yang  dalam film TKVDW bakal beradu akting dengan Herjunot Ali – pemeran Zainuddin. Serta  bintang pendukung lain seperti Reza Rahadian (Aziz), Randy Nidji (Muluk), Gesya Shandy (Khadijah).

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck  kisahnya diangkat dari novel karya Pujangga Haji Abdul Malik Karim Amarullah (Hamka)  yang berlatar 1930 an segera di putar di gedung bioskop tanah air mulai 19 Desember 2013 nanti. “Durasi film tergolong panjang yakni 2 jam 45 menit. Agar dapat menghidupkan kebesaran kisah dalam novel legendarisnya,  film TKVDW membutuhkan waktu editing dan revisi ulang selama dua tahunan,” ujar Sunil Soraya. * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *