Album d’Rumah Harmoni Tebar Virus Kebajikan

Musisi dan Penyanyii Pendukung Album d'Rumah Harmoni
Musisi dan Penyanyii Pendukung Album d’Rumah Harmoni

KENDATI memuat lagu bertajuk  Salam 3 Jari,  Parlemen Jalanan dan Raya Indonesia, Bimbim Slank, Oppie Andaresta dan Rustam – penggagas  album d’Rumah Harmoni,  sama sekali jauh dari muatan politik dan keberpihakan. Bahkan, bermaterikan tujuh lagu bernuansa  musik  komunikatif  Papua, Banyuwangi, Jazz, higga  Rock n Roll  karya keroyokan musisi yang sangat menghargai perbedaan, siap menyebarkan virus kebajikan kepada pendengarnya.

“Via tujuh lagu karya keroyokan, kami siap bahu-membahu menebar virus kebajikan lewat ajakan- ajakan sarat nilai  positif.  Jauh dari jargon jargon yang sloganistik,” papar Bimbim dan Oppie Andaresta kepada RB.Com  di Markas Slank Gang Potlot, 3 No. 14  Jakarta Selatan baru-baru ini.

Hal itu dimungkinkan, lanjut drummer Slank ini, album keroyokan ini lahir dari wadah bernama Rumah Harmoni – tempat berbagi cerita, diskusi dan pemikiran para musisi mulai dari Ridho Slank, Didit Saad, Indra Qadarsih, Jalu Pratidina, Kaka Slank, Krisdayanti, Dira Sugandi, Widi  Vierratale, Michael J, J-Flow, hingga Gde Robi  Navicula. –  terhadap situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini dan akan datang.  “Album d’Rumah Harmoni yang dijual secara online via LAZADA .co.id   lahir dari diskusi dan mencoba menawarkan sudut pemekiran tentang Indonesian Draam, Revolusi Mental, Cinta Tanah Air dan Persatuan Indonesia. Jadi, kendati  lahir lagu bertajuk  Salam  3 Jari dan Parlemen Jalanan dan Raya Indonesia, tak ada kaitannya dengan masalah politik. Itu Utopia, impian kita bersama dan untuk persatuan,”  tandas Bimbim  seraya berharap wadah Rumah Harmoni menjadi ajang bersatunya anak band dan para musisi Indonesia.

Aksi panggug Penyanyi dan musisi pendukung album d'Rumah Harmono
Aksi panggug Penyanyi dan musisi pendukung album d’Rumah Harmono

“Insya Allah, kedepan semua anak band dan musisi dari Sabang sampai Merauke bisa berkumpul di wadah ini. Mumpung ada Badan Ekonomi Kreatif yang diketuai Triawan Munaf, bisa kita dorong dan manfaatkan untuk perbaikan serta kemajuan musik Indonesia,” harap Bimbim.

Tentang kendala menyatukan banyak kepala musisi, Oppie Andaresta menyatakan, lantaran sama-sama  menjunjung tinggi dan menghargai perbedaan – proses rekaman  pembuatan album berjalan relatif cepat.  “Diantara ketatnya jadwal musisi dan penyanyi pendukung, album ini rampung dalam tempo enam hari,”  ungkap Oppie seraya menjelaskan video klip singgel andalan bertajuk “Raya Indonesia” digarap sutradara Oleg Sanchabachtiar dari Planet Design. * (naskah dan foto – ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *