Antisipasi Teror, Pemkot, TNI-Polri Sepakat Gelar Patroli Gabungan

Pemerintah Kota Parepare bersama jajaran TNI/Polri sepakat membentuk Posko untuk mengantisipasi aksi teror (ist)
Pemerintah Kota Parepare bersama jajaran TNI/Polri sepakat membentuk Posko untuk mengantisipasi aksi teror (ist)

Parepare (rakyatbersatu.com) – Pemerintah Kota Parepare bersama jajaran TNI/Polri sepakat membentuk Posko bersama sekaligus melakukan patroli gabungan, guna mencegah meluasnya aksi teror ISIS di tanah air. Kesepakatan ini dicapai Pemerintah Kota Parepare dengan jajaran TNI Polri dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Parepare, Jumat, 15 Januari 2016.

Acara ini turut dihadiri anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, termasuk perwakilan Kominda (Komite Intelijen Daerah).

Pertemuan ini digelar Pemerintah Kota Parepare atas perintah Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya faham-faham radikal di Kota Parepare. Khususnya, organisasi ISIS  dan Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang tengah disorot media tanah air.

Baik Pemkot, jajaran TNI Polri maupun anggota FKUB dan tokoh  agama menyatakan sepakat mengutuk dengan keras serangan ISIS  yang terjadi di kawasan Sarinah ibu kota negara yang terjadi, Kamis, 14 Januari.

Pemkot, jajaran TNI Polri dan FKUB juga menyepakati perlunya kegiatan sweaping gabungan yang melibatkan TNI Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Perhubungan, khususnya di pintu-pintu perbatasan masuk Kota Parepare dan Pelabuhan Parepare.

Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara, mengatakan, komunikasi dan koordinasi semua elemen dalam mengantisipasi ISIS dan Gafatar perlu lebih ditingkatkan. Mustafa menyatakan, pemerintah daerah telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh camat lurah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kedua organisasi  itu.

Rencananya, Pemkot juga akan membentuk Posko kewaspadaan di semua kantor kelurahan. Sebagai daerah transit transportasi laut dan darat, tambah Mustafa, tak tertutup kemungkinan Parepare menjadi tempat perlintasan orang-orang atau pihak yang ingin mengacaukan negara dan memecah belah bangsa.

Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Afsa, menjelaskan, kegiatan patroli gabungan TNI Polres, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, akan dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Pada dasarnya kata dia, Polres Parepare telah mengantisipasi hal ini, namun tambahnya, dibutuhkan keterlibatan semua satuan pengamanan untuk mengantisipasi ISIS dan Gafatar.

Juga perlunya kata pria kelahiran Muna Sulawesi Tenggara ini, masyarakat diikutsertakan dalam mengamankan lingkungan mereka. Dalam hal ini keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pemuka pendapat mulai dari RT RW hingga tingkat kota sangat penting dan menjadi kunci  bagi keberhasilan pencegahan aksi ISIS di daerah ini.

“Tadi malam kami telah turunkan pasukan untuk lakukan kegiatan patroli. Namun ini tentu perlu lebih diringkatkan dengan melibatkan semua komponen pengamanan dan masyarakat,” kata Afsa.

Pasi Intel Kodim 1405 Mallusetasi, Yan Patete, menyatakan sepakat dengan Afsa soal pelibatan semua unsur dalam masyarakat dalam mengatasi ISIS dan Gafatar. Pengalaman dirinya sebagai orang intel, peran masyarakat sangat menentukan keberhasilan sebuah operasi.

Ia menjelaskan, secara kelembagaan, dirinya telah meminta seluruh Babinsa di Parepare meningkatkan kewaspadaan dan pengamatan mereka. “Saya sudah minta mereka untuk lebih dekat dengan semua tokoh agama dan tokoh masyarakat. Semua peristiwa dan pergerakan yang mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.

Perwakilan umat Kritiani yang juga anggota FKUB Kota Parepare, Pdt. Max, menyatakan  pihaknya dan semua umat kristiani Parepare mengutuk kejadian teror ISIS  di Jakarta.  Max sepakat perlunya dilakukan peningkatan kewaspadaan semua pihak. Apalagi tambahnya, untuk kawasan Indonesia Timur, pusat terorisme sangat dekat dengan Kota Parepare, yakni Poso.

Jangan sampai kata Max, mereka ada di Parepare. ISIS kata Max adalah suatu gerakan akibat kesalahan dalam memahami agama sepenggal-sepenggal. “Kita di Parepare sudah punya pengalaman-pengalaman, dan kita semua harus selalu kompak dan saling berkoordinasi,” katanya.

Gafatar Terdeteksi di Parepare
Ketua FKUB, Junaid AR, mengatakan, meski hingga saat ini belum ada bukti bahwa organisasi Gafatar telah ada di Kota Parepare, namun semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, tambahnya, organisasi ini terdeteksi pernah meminta rekomendasi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Parepare.

“Kami dapatkan data dari Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Poltik,red), mereka pernah mengajukan permohonan rekomendasi untuk organsasi mereka di Kota Parepare,” kata Junaid.

Hal sama juga disampaikan tokoh agama sekaligus perwakilan unsur Muhammadiyah Parepare, Sawati Lambe. Sama NU, Pimpinan Muhammadiyah kata Sawati, telah mengeluarkan himbauan dan menyepakati bahwa Gafatar sebagai organisasi sesat dan tidak sejalan syariat Islam.

Sementara anggota Komite Intelijen Daerah, Anton, menegaskan, aktivitas Gafatar di Kota Parepare telah beberapa kali terdeteksi pihaknya.

Dengan tegas, Anton mengatakan, aktivitas organisasi Gafatar di Parepare pada daasarnya cukup eksis. “Mereka pernah mengadakan kegiatan dengan modus bakti sosial dan kesehatan gratis di sejumlah tempat di daerah ini, hanya masyarakat tidak sadar kalau itu adalah Gafatar,”  bebernya.

Selama tahun 2014 hingga 2015, ungkap Anton, Gafatar telah lima kali melakukan aktivitas organisasi di daerah ini secara terang-terangan. “Dua kali kami temukan kegiatannya di Kecamatan Bacukiki,  lalu di daerah jembatan merah dan tahun 2015 kemarin kembali melakukan kegiatan bakti sosial di Kecamatan Bacukiki,” terang Anton.

Pelabuhan Parepare Paling Rawan
Dari semua titik di Parepare, pelabuhan Nusantara dan Cappa Ujung adalah tempat yang perlu mendapatkan perhatian dengan tingkat kewaspadaan ekstra terkait peningkatan kewaspadaan terhadap aksi terorisme.  Kedua pelabuhan ini dinilai rawan menjadi tempat perlintasan orang dan barang secara ilegal.

“Ini sudah terbuki, beberapa barang ilegal seperti Detonator dan Shabu yang kedapatan di sejumlah daerah di Sulsel, diketahui masuk melalui Pelabuhan Parepare,” kata Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara.

Pendapat Mustafa tersebut dibenarkan Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Afsa. Ia  menyatakan perlu peningkatan pengmanan di daerah pelabuhan Parepare. Ia menyarankan agar proses pemeriksaan lalu lintas barang dan orang di Pelabuhan Nusantara dan Cappa Ujung ditinjau ulang karena dinilainya terlalu longgar.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh masyarakat yang ikut dalam pertemuan ini. Pria yang mengaku mantan Danramil Bacukiki ini, menyatakan, dirinya melihat sendiri betapa longgarnya pemerikasaan keamanan di Pelabuhan Nusantara.  “Sangat longgar, militer tentara dan pihak-pihak yang tak berkentingan bisa masuk di dalam. Padahal itu daerah otonomi,” katanya prihatin.

Ia juga menyoroti banyaknya barang yang masuk melalui pelabuhan ini tanpa pemerikasan yang memadai hanya karena ada pihak yang mengaku barang-barang tersebut adalah milik salah satu pejabat tertentu di Kota Parepare. “Ini kan sangat berbahaya, bagaimana kalau tidak benar, isinya adalah barang-barang terlarang,” katanya. (a.rahman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *