Anwar Fuady Tak Cari Popularitas di LSF

Anwar Fuady Ketua LSF yang baru
Anwar Fuady Ketua LSF yang baru

GARA-GARA mendadak terpilih sebagai Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) menggantikan Drs. Mukhlis Paeni,  aktor senior Anwar Fuady (68 th)  digunjingkan macam-macam. Mulai dari mengemis jabatan dengan menelpon  Dirjen Kebudyaan dan Kemendikbud – Kacung Marijan agar namanya dimasukkan menjadi salah satu anggota baru LSF,  hingga mencari  sensasi dan popularitas.

“Saya sudah tua buat apa cari sensasi dan  popularitas. Saya sudah top, terkenal.  Apalagi, kalau dipikir honor di LSF sebulannya  tergolong kecil. Cuma setengah dari honor saya membintangi satu episode sinetron. Di lembaga penjaga moral dan etika penonton film/sinetron ini  saya ingin mengabdi buat bangsa dan negara serta perfilman Indonesia,” papar Anwar Fuady kepada RB.Com  di Gedung Film, Jl. MT Haryono – Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut aktor kelahiran Palembang, 14 Maret  1947 yang kerap memerankan tokoh antagonis dalam film maupun sinetron dibintanginya  ini membernarkan kalau dirinya sempat menelpon Dirjen Kebudayaan – Kasung. “Tapi, bukan mengemis jabatan. Hanya mempertanyakan kenapa hanya 17 nama  calon anggota LSF lolos verifikasi  yang diajukan  Dirjen Kebudayaan ke Komisi I DPR RI dan Presiden RI. Aturannya  harus 34  nama, hingga  saya tak masuk dan padahal saya sangat ingin mengabdi di LSF,” kilah Anwar Fuady yang antara lain didampingi tokoh LSF HM Johan Tjasmadi, Narto Erwan Akbar, Rae Sita.

Dijelaskan mantan Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) periode 1998 – 2006 ini, pemilihan Ketua LSF baru yang berlangsung 9 Maret 2015 lalu, dilakukan lantaran Drs. Mukhlis Paeni, sering meninggalkan tugas. Sehingga pelayanan terhadap produser yang ingin menyensor filmnya terganggu.

“Penerbintan Surat Tanda Lulus Sensor  (STLS) belakangan sering terlambat dan tak sesuai peruntukan usia penonton.  Selain itu, Ketua LSF sudah menjabat 6 tahun, sudah waktunya ada penyegaran kepemimpinan. Dengan terpilihnya saya sebagai Ketua LSF baru, akan muncul suara baru – perspektif baru dalam menyingkapi perkembangan industri film nasional yang sangat dinamis,”  tekad Anwar Fuady yang terakhir membintangi film Mengejar Malam Pertama dan Sinetron  Tukang Bubur Naik Haji The Series tahun 2014 itu * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *