Aparat Kemenag Harus Bekerja Berpatokan pada 5 Nilai Budaya Kerja

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin ketika memberikan sambutan dan pengarahan pada Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja tahun 2015 dan evaluasi pelaksanaan program tahun 2014 lingkup Kemenag Prov. Sultra di Kendari, Sabtu siang (7/3)
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin ketika memberikan sambutan dan pengarahan pada Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja tahun 2015 dan evaluasi pelaksanaan program tahun 2014 lingkup Kemenag Prov. Sultra di Kendari, Sabtu siang (7/3)

Kendari, RBC – Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin menginstruksikan kepada seluruh aparatur Kemenag di semua tingkatan bahwa dalam bekerja harus senantiasa berpatokan pada 5 nilai budaya kerja.

Instruksi tersebut disampaikan oleh Menag RI ketika memberikan sambutan pengarahan pada Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja tahun 2015 dan evaluasi pelaksanaan program tahun 2014 lingkup Kemenag Prov. Sultra di Kendari, Sabtu siang (7/3). Hadir pada kesempatan tersebut di antaranya Wakil Gubernur Sultra, HM. Saleh L. Sata, Rektor IAIN Kendari Dr. H Nur Alim,M.Pd dan Kakanwil Kemenag Sultra H. Moh. Ali Irfan SE. MM. M.Ak serta sejumlah pejabat eselon lainnya.

Di hadapan para Pejabat Eselon II, III, dan IV Lingkup Kemenag RI Provinsi Sultra, Menag mengungkap bahwa tidak berbeda dengan dengan Kementerian RI lainnya, Kemenag sedang berupaya untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang merupakan visi aparatur pemerintah.

Menurutnya, untuk mewujudkan visi tersebut, maka khusus aparat dalam lingkup Kemenag di semua tingkatan, mesti berpatokan pada 5 (lima) nilai budaya kerja, yakni; bekerja ikhlas, bekerja cerdas, bekerja berkualitas. bekerja tuntas dan bekerja sukses.

“Kelima nilai budaya kerja tersebut dapat dipratikkan dengan mudah apabila setiap aparat senantiasa mengembangkan lima nilai budaya kerja, yaitu; integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab, dan memberikan keteladanan yang baik di tengah masyarakat,” kata menteri.

Diungkapkan oleh Menag, sifat nilai budaya kerja tersebut yang ditandai dengan penandatangan Pakta Integritas oleh seluruh aparat Kemenag, tidak hanya difahami sebagai suatu nilai yang harus ditaati, tetapi mesti diwujudkan menjadi sebuah realitas di tengah-tengah iklim birokrasi saat ini,

Untuk itu, kata Lukman, aparat Kemenag senantiasa dituntut terus meningkatkan kualitas, kapabilitas dan kompetensi yang dimilikinya untuk merefleksikan kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja berkualitas, dan kerja tuntas serta kerja sukses dalam menjalankan masing-masing tugas dan fungsi setiap aparat Kemenag. “Tiap aparat Kemenag, harus menguasai masing-masing bidang tugasnya dengan berinovasi serta positif yang dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan Negara.”

Selain membuka Rapat Koordinasi tersebut, Menag Lukman Hakim juga meresmikan IAIN Kendari yang sebelumnya STAIN Sultra. Perubahan nama itu kata Rektor IAIN, Nur Alim adalah merupakan rangkaian atau konsekuensi lahirnya PP nomor 45 tahun 2014 tentang perubahan nama dari STAIN menjadi IAIN Kendari. Dengan perubahan tersebut, akan meningkatkan antusias civitas akademik untuk melakukan kajian-kajian ilmiah yang berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih terarah dan terorganisir.

Malamnya, Menag Lukman Hakim membuka STQ Sultra ke XXIII yang diikuti peserta dari kafilah utusan kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Sultra. (Laode Syukur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *