Api Porda Disemayamkan di Rujab Bupati Bantaeng

Api Porda yang dibawa sejumlah atlet terbaik Sulsel (ist)
Api Porda yang dibawa sejumlah atlet terbaik Sulsel (ist)

Bantaeng,– Setelah diambil dari sumbernya di Situs Balla Tujua ri Onto, sekitar 12 kilometer dari Kota Bantaeng, Api Porda XV dan Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov) III disemayamkan di rumah jabatan Bupati Bantaeng di jalan Gagak Kota Bantaeng.

Sebelumnya, Api tersebut diarak keliling Kota Bantaeng dengan melakukan long-march oleh 15 orang pelari. Dari jumlah tersebut, 4 orang merupakan pelari utama.

Api sakral itu diperoleh dari seorang tokoh adat dengan menggosokkan tangannya yang berisi beberapa kayu kemudian muncul api yang disulut ke obor.

Obor itulah yang kemudian dibawa oleh pelari yang merupakan atlet pencak silat terbaik nasional. Para pelari utama inilah yang memegang obor asli hingga ke rumah jabatan dan diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.

Selama arak-arakan, para pelari melakukan dua kali pergantian, namun pelari utama tidak tergantikan. Wakil Bupati Bantaeng H Muhammad Yasin juga terlihat menyertai Api Porda tersebut.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan singkatnya mengapresiasi dan memberi penghargaan terhadap ketulusan para pelari dan semua pihak yang terlibat.

Menurut bupati dua periode itu, proses pengambilan Api Porda masih sangat sakral dan mungkin baru pertama kali terjadi selama Porda berlangsung.

Proses tersebut merupakan sesuatu keajaiban, namun kita percaya bahwa Tuhan mendukung pelaksanaan pesta olahraga se Sulsel ini, urainya.

Para pelari utama tersebut masing A Irsan, Johan, Nursyamsul Fajrin dan Sultan merupakan atlet peraih medali emas dan perunggu berbagai kejuaraan pencak silat baik nasional maupun internasional.

A Irsan meraih medali emas pada Asean Games di Vietnam 2003, medali perak pada kejuaraan dunia di Malaysia 2012 serta kejuaraan Asia Pasifik di Pilipina 2008, Pra PON Palembang 2004 dan PON Kaltim 2008.

Johan meraih medali emas pada kejuaraan dunia Pencak Silat di Thailand 2012 dan Open Championship di Belgia 2013, Sea Games Myanmar 2013 serta medali yang sama pada PON di Riau 2012.

Nursyamsul Fajrin juga merupakan peraih medali emas pada BIMP EAGE Frienship di Brunai Darussalam 2008 serta medali yang sama pada kejuaraan antar perguruan tinggi se Indonesia serta Porda Pangkep 2009.

Sedang pelari lainnya, Sultan merupakan peraih medali perunggu kejuaraan pencak silat nasional dan internasional.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *