AUSAID Siap Bantu Benahi Sanitasi di Makassar

Masalah lingkungan dan sanitasi di Kota Makassar hanya bisa dipecahkan jika warga memiliki kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.
Masalah lingkungan dan sanitasi di Kota Makassar hanya bisa dipecahkan jika warga memiliki kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.

Makassar, RB.com – Danny Pomanto makin mengukuhkan diri sebagai Walikota Makassar yang memiliki jaringan internasional cukup kuat. Buktinya, AUSAID – sebuah lembaga donor asal Australia berkomitmen siap membantu membenahi masalah sanitasi di Kota Makassar melalui LSM Indonesia Infrastructure Initiative (IndII).

Begitu menerima komitmen ini, Danny Pomanto langsung membuat rencana pada tahun depan (2015) memprogramkan pembangunan infrastruktur IPAL sebanyak 1.520 sambungan rumah (SR) yang terkoneksi dengan 4 IPAL yang juga akan dibangun di Kelurahan Rappokalling, Kassi-Kassi, Pannambungan, dan Manggala. Masing-masing kelurahan diproyeksikan mendapatkan anggaran sebesar Rp2 miliar dari APBD Makassar tahun 2015, jadi total yang diajukan adalah Rp8 miliar.

Pembangunan infrastruktur sanitasi ini sekaligus menjadi pendukung utama program ‘MakassarTa Tidak Rantasa’ (MTR).Teknisnya, IndII menjalin kerja sama dengan Pemkot Makassar untuk membangun sistem sanitasi komunal. Sistem ini nantinya akan menampung pembuangan limbah dari rumah-rumah warga, baik itu kotoran manusia, limbah air mandi, sampai cucian. Limbah ini dikelola dalam satu sistem pengelolaan limbah sistem komunal dan menghasilkan air limbah yang lebih bersih sebelum disalurkan ke pembuangan.

Sanitasi adalah perilaku manusia atau warga yang disengaja dan harus selalu dilakukan sehingga pada suatu ketika menjadi budaya hidup bersih guna menghindari manusia bersentuhan langsung dengan kotoran, sampah dan bahan buangan berbahaya lainnya sehingga pada gilirannya, budaya hidup bersih ini secara otomatis menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia atau masyarakat.

Jika Anda menyusuri lingkungan pemukiman warga, baik yang terdapat di daerah pinggiran maupun di beberapa lokasi pemukiman di tengah kota, akan mudah terlihat bahwa kesadaran sebagian warga Kota Makassar terhadap pentingnya sanitasi masih tergolong rendah. Pembuangan limbah cair dari rumah ke selokan tidak dirawat dengan baik sehingga tidak lancar masuk ke selokan. Dari selokan ke pembuangan pun, juga tidak lancar karena selokan dangkal dan penuh sampah. Akibatnya, limbah merembes ke mana-mana.

Bahkan, di pinggir selokan atau got, kadang jadi tempat menumpuk sampah. Lama-lama sampah akan masuk ke selokan. Apabila musim hujan tiba, maka di mana-mana air tergenang karena selokan sudah tidak berfungsi dengan baik. Semua ini terjadi karena masih kurangnya pemahaman warga terhadap kebersihan yang pada akhirnya berdampak pada gangguan kesehatan. Sanitasi yang buruk juga terlihat di gedung-gedung sekolah, kampus, kantor, dan rumah ibadah. Fakta ini merupakan tantangan tersendiri bagi kepemimpinan pasangan Danny Pomanto – Syamsu Rizal khususnya dari aspek sanitasi.

Dengan adanya bantuan sanitasi dari ‘IndII’ tentu sangat membantu upaya Pemkot Makassar mewujudkan lingkungan yang bersih. Diharapkan warga Kota Makassar lambat laun memahami pentingnya hidup sehat. Meski demikian, ‘IndII’ tidak langsung memberikan bantuan ke Pemkot Makassar dalam bentuk dana, misalnya. Pemkot terlebih dahulu harus membangun infrastruktur Saluran Pembuangan Air Limbah (IPAL) sekaligus mendanainya melalui APBD. Setelah rampung, makan akan diverifikasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Setelah dianggap layak, barulah ‘IndII’ akan melakukan penggantian biaya sebesar Rp4 juta per sambungan rumah. Bantuan ini merupakan dana hibah – yang nantinya – ditransfer oleh Kementerian Keuangan ke Kas Pemkot Makassar.

“Ini bagus untuk mendukung terciptanya lingkungan yang sehat. Karena limbah tidak lagi membuat polusi di tengah masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih, kesejahteraan dan kesehatan masyarakat bisa lebih baik,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Andi Ansar, Rabu (22/10/2014).

Asisten III Pemkot Makassar, Burhanuddin, mengatakan bahwa Pemkot sebenarnya sudah menerapkan program tersebut, tapi masih dalam skala kecil. ”Nah, dengan kerja sama ini, kita tingkatkan lagi pada skala yang lebih besar,” katanya.

“Semoga dengan adanya bantuan dari Australia Ini, kondisi lingkungan Makassar bisa jauh lebih baik. Karena memang masalah lingkungan dan sanitasi merupakan masalah besar yang dialami kota-kota di Indonesia, termasuk Kota Makassar,” kata Walikota Makassar Danny Pomanto. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *