Bacaan Barzanji Tandai HUT ke-6 Wisma Kalla

wisma kalla 1Makassar, RBC – Jam menunjukkan pukul 15.00 wita lebih beberapa menit ketika Penulis memasuki pintu kaca lantai satu. Petugas security memberi isyarat bahwa acara peringatan ulang tahun di lantai 4 Wisma Kalla yang terletak di Jl Sam Ratulangi, Makassar

Suasana di gedung markas besar Kalla Group ini tidak terlihat kesibukan yang sangat. Para karyawan bekerja seperti biasa. Padahal, Senin kemarin, 18 Januari 2016, itu adalah hari ulang tahun ke-6 Wisma Kalla.

Memasuki lantai 4, baru kelihatan ada yang berbeda. Sudah terdengar dengan jelas alunan pembacaan berzanji dibawakan secara berganti oleh 8 orang yang berbusana shalat. Di ruangan lantai yang sehari-hari dijadikan Mushallah ini, puluhan orang duduk bersila. Mereka merupakan karyawan perusahaan multinasional ini. Terlihat dari seragam yang mereka kenakan. Mereka tekun mendengarkan bacaan berzanji yang dibawakan dengan suara merdu dengan alunan irama Mesir. Uniknya, berzanji yang berbahasa Arab itu diterjemahkan ke dalam dua bahasa; Bugis dan Makassar.

Wisma Kalla
Wisma Kalla

Barzanji adalah kisah kehidupan Nabi Muhammas saw sejak Beliau di dalam kandungan ibunya Siti Aminah, hingga diangkat sebagai Nabi dan Rasul oleh Allah swt. Kisah ini ditulis dalam bahasa Arab dalam buku yang berjudul; “Barzanji”. Disebut berzanji, karena penulisnya ialah seorang sejarawan Islam bernama Barzanji. Itu sebabnya, jika orang membaca kisah Nabi Muhammad saw menggunakan buku Barzanji, maka pembacaan itu disebut berzanji. Pembacaan berzanji merupakan salah satu tradisi di dalam Islam yang dilakukan umat Islam apabila hendak melaksanakan upacara semisal; memperingati hari ulang tahun, pernikahan, peringatan Maulid, syukuran naik pangkat, menempati rumah baru, dan sebagainya.

Keluarga besar M. Jusuf Kalla sejak dahulu merupakan keluarga Muslim yang mentradisikan pembacaan berzanji setiap menggelar kegiatan yang bersifat tanda syukur, misalnya; memperingati HUT Wisma Kalla setiap tanggal 18 Januari.

Usai pembacaan berzanji, acara dilanjutkan dengan santapan makan sore. Ada nasi tumpeng tersedia. Nasi tumpeng ulang tahun ini dipotong oleh Building Manager Wisma Kalla Andi Aswan Sumange diserahkan kepada satu dua orang manajer anak perusahaan Kalla Group. “Masih ada acara lain serangkaian ulang tahun ini, yaitu, kegiatan donor darah, dan media gathering. Datang ya,” kata Andi Aswan kepada hadirin. Lalu, usailah acara sederhana ini.

Wisma Kalla yang dibangun pertama kali tanggal 18 Januari 2010 memiliki tinggi 70 meter, terdiri 14 lantai, dibangun di atas lahan seluas 5.363 meter persegi. Luas total lantainya mencapai 25.138 meter persegi. Di Makassar, Wisma Kalla menjadi gedung tertinggi ketiga, setelah Menara Bosowa setinggi 120 meter, 23 lantai, dibangun tahun 2008 milik Aksa Mahmud (Ipar Jusuf Kalla) dan Graha Pena berlantai 17 dibangun tahun 2007 milik Alwi Hamu, teman sangat akrab Jusuf Kalla.

Tak hanya tampilan luar Wisma Kalla yang tidak terlalu jangkung, tampilan dalamnya pun tergolong gedung paket hemat: tinggi langit-langit hanya 2,6 meter, mirip hotel dua setengah meteran yang banyak terdapat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Juga, gedung ini hemat energi; semua ruangannya didesain sedemikian rupa hingga tetap terang oleh cahaya alam dari luar sehingga tidak perlu menggunakan banyak cahaya lampu listrik.

Desain gedung Wisma Kalla seperti mewakili sikap hidup JK yang dinamis. Lihatlah atap Wisma Kalla, sepertinya terinspirasi dari sosok perahu yang sedang mengarungi gelombang.  (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *