Berbagi Pengalaman dalam Penyusunan Perda Lattas

Para peserta Workshop Harmonisasi dan Penguatan Peraturan Daerah Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas), di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, 12 sampai dengan 14 Agustus 2015.
Para peserta Workshop Harmonisasi dan Penguatan Peraturan Daerah Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas), di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, 12 sampai dengan 14 Agustus 2015.

Pasuruan. (rakyatbersatu) –  Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Direktorat Jenderal Pembinaam Pelatihaan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) bekerjasama GIZ Jerman menyelenggarakan Workshop Harmonisasi dan Penguatan Peraturan Daerah Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas), di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, 12 sampai dengan 14 Agustus 2015.

Peserta workshop ini diikuti sebanyak 30 orang yang terdiri dari pejabat yang membidangi pelatihan dan produktivitas di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Papua, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Kalimann Tengah, Jawa Timur, dan dari Kabupaten Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Bantaeng, Kota Surabaya, perwakilan Ditjen Binalattas dan Biro Hukum Kemenaker.

Workshop ini diselenggarakan dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pejabat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah tentang regulasi bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas.

Dalam arahan pembukaan, oleh Sekretaris Dirjen Binalattas Kemenaker RI, Kunjung Masehat SH MM menitikberatkan bahwa workshop ini akan menggagas dan menyebarluaskan serta mengharmonisasi Peraturan Daerah Bidang Pelatihan dan Produktivitas, mengingat MEA dan AFTA yang sudah ada didepan mata. Dan ini merupakan bagian dari agenda prioritas pembangunan nasional yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Tambah Kunjung menyebutkan ini bahwa tuntutan tugas yang menjadi  ranahnya Kemenaker dikenal dengan agenda agenda prioritas pembangunan ketenagakerjaan atau disebut sebagai Nawa Kerja, dan termasuk yang menjadi ranah Ditjen Binalattas pada dua aspek yaitu percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan percepatan sertifikasi profesi.

Dalam workshop ini ada beberapa narasumber diantaranya Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri RI, Widodo Sigit Pudjianto SH MH, Kabag HKLN Sesditjen Binalattas Kemenaker RI Indah Anggoro Putri, Biro Hukum Kemenaker RI Atiek Chrisnarini,  dan juga dari sponsorship workshop ini yaitu masing masing Ruly Marianti dan Didit Wicaksono yang membawakan materi tentang dukungan project SED TVET GIZ pada penguatan regulasi bidang pelatihan dan produktivitas.

Pada panel diskusi, yaitu sesi Berbagi pengalaman dari Kabupaten Pasuruan dan Bantaeng dengan Materi dibawakan langsung oleh masing masing Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Pasuruan Ir. Yoyok Heri Sucipto, MSi, dengan judul Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pelatihan Kerja dan Produktivitas, yang merupakan sebagai instrumen kebijakan peningkatan  keterampilan dan daya saing tenaga kerja.

Sedangkan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantaeng, menceritakan seputar lahirnya Perda Lattas Kabupaten Bantaeng Nomor 2 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Kerja dan Produktivitas, yang merupakan bukti komitmen yang kuat antara eksekutif dan legislatif dalam kerangka penataan regulasi ketenagakerjaan untuk menjadi Bantaeng sebagai Kota Jasa dan Industri.

“Ini adalah pengalaman berharga, oleh karena atas kerjasama dan kerja tim yang baik serta dukungan penuh dari Bapak Bupati Bantaeng, Wakil Bupati Bantaeng, Bapak dan Ibu Anggota DPRD Bantaeng serta Bagian Hukum Setda Bantaeng dan terkhusus spesial Saudara Andi Syukri selaku Pengawas Ketenagakerjaan Kabupaten Bantaeng, sehingga oleh GIZ Jerman, diundang untuk berbagi pengalaman di Pasuruan. Dan mendapat apresiasi yang baik dari semua pihak” sebagai rasa syukur kepadaNYA.

Indah Anggoro Putri menyebutkan bahwa berharap dari workshop ini untuk memberikan peluang dan harapan kepada daerah kabupaten kota untuk dapat melakukan penyusunan naskah akademik serta draft Ranperda Pelatihan Kerja dan Produktivitas di seluruh Indonesia, agar nantinya dengan Perda Lattas ini agar nantinya menyambut MEA dan AFTA sudah bisa berkompetisi tentunya. Dan semangat ini tampak nampak masih semanbgat, karena selama diskusi yang terlaksana ini cukup banyak memberikan apresiasi dan masukan sehingga kami optimis akan keberhasilan nanti”. (*)

Dilaporkan oleh Syahrul Bayan (Kadis Sosnakertrans Bantaeng)
Dari UPT Pelatihan Kerja Pasuruan – Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *