Berprestasi pada FNSP Dipastikan Go International

Dirjen Ekonomi Kreatif - Ahman Sya menyerahkan penghargaan pada salah satu pemenang FNSP 2014
Dirjen Ekonomi Kreatif – Ahman Sya menyerahkan penghargaan pada salah satu pemenang FNSP 2014

KELOMPOK seni  pertunjukkan  terbaik  dari  34 provinsi tahun 2015  termasuk dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat diharapkan berpartisipasi aktif dan maksimal di ajang Festival Nasional Seni Pertunjukkan  (FNSP)  yang rutin digelar jelang akhir tahun di TMII Jakarta Timur. Pasalnya, kelompok seni pertunjukkan dari seluruh Indonesiayang mampu berprestasi di ajang event tahunan gelaran Kementrian Parekraf ini,  dipastrikan akan go international dan ditampilkan dalam forum-forum pertunjukkan di di luar negeri.

“Menampilkan seniman-seniman muda daerah berpestasi go internasional dengan berkiprah dalam  forum-forum pertunjukkan bergensi di luara negeri, merupakan bentuk fasilitasi dan kebijakan maju pemerintah. Karenanya, insan seni pertunjukkan dari 34 provinsi – termasuk dari Sulsel dan Sulbar  harus memanfaatkannya secara optimal dengan mengirimkan duta kelompok seni pertunjukkan terbaik di ajang FNSP tahun 2015 nanti,” papar Prof. Dr. Ahman Sya,  Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya – Kemenparekraf  pada pembukaan FNSP 2014 di Gedung Pewayangan Kautaman – TMII Jakarta Timur, akhir September lalu.

FNSP  tahun ini yang mengangkat tema “Kearifan Lokal Yang Kekinian”  diikuti 18 provinsi. Padahal, lanjutnya, salah satu dampak positif dari ajang ini, seni pertunjukan akan hidup dan tumbuh dengan bagus di seluruh daerah di tanah air.  “Bahkan, bisa mendorong  daerah itu menjadi destinasi wisata seni pertunjukan. Selain itu, lewat partisipasi aktif insan seni pertunjukan  terbaik dari 34 daerah, nama besar Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai seni dan kebudayaan akan terus dikenal di dunia,” tandas Ahman Sya.

Sementara itu, Juju Masunah – Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Kemenparekeraf  menambahkan, guna  memilih kelompok seni pertunjukan  terbaik,  pihaknya menetapkan 5 pengamat sebagai juri. Yakni Eko Supriyanto S.sn.MFA, Dra Setyastuti M.Sn, Nano Riantiarno, Jodhi Yudono dan musisi Eki Puradiredja. “Mereka telah bekerja keras  dan berhasil memilih sejumlah prestasi terbaik untuk  penata tari, penata musik, penata busana, penata artistik, sutradara terbaik, dan penyaji terbaik. Setiap bidang penilaian terbaik ditetapkan penerimanya untuk tiga daerah. Selain itu, Kepada para penerima prestasi terbaik, pemerintah memberi penghargaan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga uang pembinaan ,” ujar Juju.  Adapun  prestasi penata tari terbaik diraih  provinsi Kepulauan Riau,  Papua Barat dan DI Yogyakarta. Dikategori  penata musik terbaik diraih provinsi Bali, Jawa Timur dan  Riau.Untuk penata busana dan rias terbaik diraih provinsi Bali, Bangka Belitung dan Lampung. Prestasi sutradara terbaik diraih Kalimantan Selatan,  Sumatera Barat dan Riau.  Prestasi penata artistik terbaik diraih provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau. Sedangkan  prestasi penyaji terbaik diperoleh provinsi Kalimantan Selatan, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Tentang kegagalan beberapa daerah yang dikenal sebagai gudangnya seniman dan punya banyak seni pertunjukkan  meraih prestasi di ajang FNSP 2014 – seperti Aceh, Medan,   dan Sulawesi Utara. Sulsel dan Sulbar  ,  Eko Supriyanto – salah satu juri bereputasi internasional kontan menunjuk faktor pembinaan yang kurang merata. “Akibat pembinaan  kurang merata – terutama  pada unsur kearifan lokal yang disesuaikan dengan kekinian, beberapa daerah tersebut  tak berpartisipasi atau  gagal mendulang prestasi,”  ujar penata tari beberapa artis Hollywood termasuk penyanyi Madonna itu. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *