Bila Hati dan Perasaan Maudy Teraduk-aduk

Maudy Koesnaedi ==KEMBALI  menjadi pembawa acara  televisi setelah delapan tahun absen, Maudy Koesnaedy (39 th 11 bln) langsung dihadang tantangan berat. Pasalnya, sebagai  Host program Curahan Hati Perempuan (CHP) Trans TV – artis serba-bisa kelahiran Jakarta, 8 April 1975 ini, setiap hari Senin hingga Jumat pagi, harus menampung  beragam curhat perempuan yang mengalami pengalaman pahit dalam hidupnya.

“Pokoknya,  lima hari dalam sepekan belakangan ini, hati dan perasaan saya terasa teraduk-aduk oleh curahan hati para nara sumber program CHP.  Sampai-sampai,  tanpa terasa air mata saya karep berlinang lantaran mendengar kisah sedih para perempuan yang tertindas. Ada kisah ibu  membesarkan  sendiri tujuh anaknya dengan susah payah namun tetap mengalami KDRT dari suami yang tak bertanggung-jawab,” tutur Maudy Koesnaedi kepada RB.Com di Menara Bank Mega – Jl. Tendean – Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ditemui selepas jumpa pers lima  program baru TransTV – CHP, D;Expertiment (Selasa petang), Super Chef (Rabu petang), Ibu Dibalik Tokoh (Selasa malam) dan Insert Fashion Awards (18 Maret), bintang film,  sinetron, iklan, video klip, pembawa acara berpenampilan kelem dan lembut ini menambahkan, dirinya bahkan sangat terenyuh ketika seorang istri mengungkapkan hatinya yang remuk namun tetap setiap setia padahal sang suami sudah melakukan perselingkuhan hingga 32 kali. “Gantengnya seperti apa ya, suami sang ibu. Tapi, hal-hal seperti itu ternyata masih ada dan banyak dalam kehidupan nyata di tanah air,” tegas Maudy yang dalam  memberi solusi  untuk para nara sumber CHP didampingi psikolog Vera Uli dan penceramah Oki Setiana Dewi itu.

 Tetap Tegar

Menyinggung apakah dirinya tak khawatir, lantaran hati dan perasaannya teraduk-aduk oleh curahan para kaumnya yang tertindas terbawa ke rumah dan berpotensi mengganggu keharmonisan rumah-tangganya terjaga baik sejak tahun 2002 silam  ?   Ditanya begitu, istri Frederick Johannes Meijer ini mengaku sempat khawatir dan diingatkan banyak sahabatnya. “Tapi, saya sudah punya kiat jitunya agar tetap tegar. Dan masalah  pelik para nara sumber  langsung ditutup rapat-rapat begitu tayangan CHP berdurasi 60 menit berakhir.. Sebelum pulang le rumah  saya rutin  berkonsultasi dulu dengan psikolog Mbak Vera Uli,” kilah Maudy yang terakhir memandu acara  Good Morning On The Week End  TransTV sebelum melahirkan putra semata-wayangnya,  Eddy Maliq Meijer tahun 2007 silam, mengunci pembicaraan.* (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *