BLK Jembatan untuk Masuk Pasar Global

H Abd Wahab Bangkona (ist)
H Abd Wahab Bangkona (ist)

Makassar, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) H Abd Wahab Bangkona mengatakan, Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan jembatan untuk masuk ke pasar global.

Melalui BLK, anak bangsa yang berusia produktif akan dilatih dan ditambah keterampilannya sehingga mampu bersaing dalam pasar global yang akan dimulai tingkat Asean tahun 2015.

Hal itu dikatakan Sekjen Kemenakertrans saat berbicara pada Musyawarah Besar (Mubes) III Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB) di gedung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Minggu (31/8).

Menurut alumni SMA Negeri 1 Bantaeng itu, pasar global masih diperhadapkan dengan masalah skill. ‘’Bila ini tidak diperbaiki, bisa saja tenaga kerja kita akan menjadi penonton di negerinya sendiri. Karena itu, kita membangun BLK untuk menempa generasi kita,’’ tuturnya.

Lembaga ini yang melatih anak bangsa agar memiliki keterampilan berstandar internasional seperti yang dibangun di Kabupaten Bantaeng. BLK di Bantaeng merupakan tempat pelatihan terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI), ujarnya.

BLK tersebut tak hanya mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja untuk sejumlah industri yang segera hadir di Bantaeng Industrial Park (BIP), tetapi juga member keterampilan terhadap nelayan dengan membuka jurusan kelautan dan perikanan.

Ini dilakukan bekerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Demikian pula dengan bidang lainnya seperti untuk peningkatan keterampilan perhotelan dan jasa boga.

‘’Sinergi kita lakukan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan SDM,’’ tandasnya seraya mengingatkan pengurus KKB untuk meningkatkan kepedulian terhadap daerahnya.

‘’Pengurus harus bisa berfikir logis. Jangan menjadikan wadah ini untuk berfikir menjadi legislative atau menjadi bupati. Gunakan wadah KKB untuk meningkatkan partisipasi dan berbuat yang terbaik untuk daerah,’’ tuturnya.

Masih menurut Wahab Bangkona, warga Bantaeng memiliki keunggulan komparatif. Umumnya, orang Bugis Makassar berani merantau.

Bila keberanian tersebut dimenej dengan baik, tentu akan menjadi modal ke depan sebagai pemimpin. ‘’Orang berani sudah pasti bukan pengecut. Kita perantau yang cerdas. Kalau tidak berani dan cerdas, dia akan kelaparan di rantau. Inilah yang harus dimenej dan dipupuk dengan baik,’’ tambah Sekjen Kemenakertrans.

Ia kemudian member contoh tokoh Sulsel HM Jusuf Kalla. Putra Bugis Makassar tersebut merupakan satu-satunya petinggi yang dua kali terpilih menjadi Wapres.

JK dikenal sebagai juru runding dan juru damai berbabai pertikaian. Itu karena memiliki modal sebagai pemberani. ‘’Kalau tidak berani, bagaimana mungkin bisa mendamaikan orang yang bertikai,’’ tuturnya lagi.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *