BMPD Ajak Perbankan Berinvestasi di Bantaeng

ilustrasi
ilustrasi

Bantaeng, (RakyatBersatu).Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) mengajak Perbankan nasional mengantisipasi perkembangan di Kabupaten Bantaeng.

Segera lakukan langkah antisipasi melalui investasi, baik membuka cabang atau cara lainnya agar tidak ketinggalan dalam perkembangan yang melaju di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel ini.

Ketua BMPD Sulsel yang juga Pemimpin Bank Indonesia Wilayah Sulampua, Suhaedi mengatakan hal itu pada pertemuan silaturahim dengan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di  rumah jabatan Bupati Bantaeng, Rabu (26/2).

Pertemuan yang berangsung akrab dan dilanjutkan acara makan durian di kebun milik Bupati tersebut dihadiri Wakil Ketua Ellong Tjandra (Dirut Bank Sulselbar), Mucharam (Pimwil BNI), Achmad Chumaidi (Pimwil BRI), Purnomo (Pimwil Bank Mandiri), Andrew Wongjaya (Pimwil Bank Danamon), dan para pimpinan perbankan lainnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri unsur Muspida serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan petinggi lainnya.

Menurut Suhaedi, pertumbuhan yang terjadi di Bantaeng membuka peluang baru sebab pertumbuhan itu sendiri didanai Perbankan. Pertumbuhan suatu daerah, terang Pimwil BI Sulmapua itu, juga bisa dilihat dari perkembangan dana yang tersimpan pada Perbankan.

Karena itulah, melihat pertumbuhan ekonomi daerah berjuluk Butta Toa dan rencana ke depannya, maka Perbankan harus cepat mengantisipasinya. ‘’Jangan sampai ketinggalan, terutama dengan masuknya sejumlah industry ke daerah ini,’’ ujarnya.

Industri pengolahan nikel (smelter) yang masuk ke bantaeng tentu akan membawa dampak ekonomi yang besar, termasuk kebutuhan dana masyarakat yang butuh pembiayaan, tambahnya.

Kebutuhan-kebutuhan sebagai dampak dari industry tersebut merupakan peluang Perbankan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Kita harus bisa melakukan langkah smart seperti yang sudah dilakukan Bupati Bantaeng dalam mengembangkan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,’’ jelas Suhaedi lagi seraya berharap jajarannya berperan menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel.

Ini kesempatan yang baik. Dan bila Bantaeng maju tentu juga akan berpengaruh terhadap daerah sekitarnya.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menguraikan berbagai program yang dilakukan untuk mengubah Bantaeng yang sebelumnya menjadi langganan banjir dan kumuh menjadi Bantaeng seperti sekarang.

Karena itu, Nurdin menyambut baik kedatangan para pengelola keuangan ke wilayah kerjanya. ‘’Selama ini kami membangun dengan semangat dan inovasi untuk mengoptimalkan pembangunan infrastruktur agar berdaya tarik,’’ tuturnya.

Semangatnya dari kondisi wilayah yang pernah menjadi pusat pemerintahan (afdeling). Dari situ, Bantaeng dibelah menjadi 3 klaster mulai dari pesisir hingga dataran tinggi.

Masalah banjir tahunan juga berhasil dibenahi dengan membangun cekdam serbaguna. Di bidang pertanian yang pernah disulitkan dengan pupuk langka juga berhasil dibenahi.

Setelah itu, Bantaeng mengembangkan benih melalui penangkaran sendiri karena benih dari pemerintah ternyata tidak berkualitas. ‘’Kita juga mengembangkan tanaman talas untuk menjawab permintaan pasar ekspor yang begitu besar,’’ ujarnya.

Sedang untuk membuka wilayah produksi, seluruh jalan di aspal untuk memudahkan  transportasi. Kini, untuk menunjang sektor agrowisata di kawasan pegunungan, Pemda melakukan pelebaran jalan sepanjang 18 kilometer.

Khusus untuk menjawab kebutuhan tenaga siap kerja mengantisipasi industry Smelter, Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja membangun Balai Latihan Kerja (BLK).

Hingga kini, sudah 8 industri yang menyatakan siap menanam modal. Ini berkat kemudahan perizinan yang diberikan Pemda. Perizinan tersebut, selain mudah juga gratis, tandasnya.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *