Bocah Joey, Master Pianis Jazz Indonesia

Joey Alexander  sudah layak dikategorikan Master Pianis Jazz
Joey Alexander sudah layak dikategorikan Master Pianis Jazz

 SETELAH  kemunculan fenomenal Keyboardis cilik Indra Lesmana – sekitar tiga puluh delapan tahun silam (1976)  kini blantika musi Jazz Indonesia kembali kehadiran bocah Pianis ajaib berusaia 10 tahun 10 bulan bernama Joey Alexander. Bahkan, berkat kepiawaian dan kelincahannya memencet tut piano lengkap dengan pengalaman manggung di festival Jazz dalam negeri hingga d  Eropa Timur dan Asia plus prestasi menakjubkan memenangkan Grand Prix Awards ajang Jazz Improvisation Festival di Odessa – Ukrania tahun 2012, Joey sudah menyandang predikat Master Pianis Jazz Indonesia generasi baru.

“Berkat kemampuannya mengembangkan interprestasi Sensational Skills dan Prodigius Improvisation dalam permainan Jazz Piano melalui karya-karya legenda seperti Thelonius Monk, bocah Joey Alexander  sudah layak dikategorikan Master Pianis Jazz. Indikasi kuatnya, kalau Joey memainkan tiga rangkaian karya cover versionnya dari karya komposisi Monk yang sangat mendunia seperti Round Midnight, Chick Corea Armandao Rumba  dan Coltrane Giantt Steps,- tak ubahnya mendengarkan permainan Piano seorang Jazz Master,” papar Barry Likumahua kepada RB.Com di IcanStudioLive – kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam (22/4) lalu.

Ditemu menjelang jumpa pers kesiapan Joey menggelar solo konser di New York – AS, awal Mei 2014 mendatang,  pembetot Bass Jazz yang tengah naik daun ini menyatkan, setelah hampir empat dasawarsa pasca kemunculan fenomenal Indra Lesmana, jalur musik Jazz praktis tak diwarnai kehadiran  bocah musisi berkualifikasi master. “Joey identik dengan generasi  terkini musisi Jazz penerus jejak  kiprah internasional Indra Lesamaman. Hebatnya, berkat anugerah Tuhan YME dan keseriusannya mendalami Jazz Piano belakangan, kemampuannya sangat menakjubkan.  Bahkan, soal Improvisasi kemampuan sensasional permainannya kini melebihi pemusik dewasa,” puji Barry – putra dedengkot Jazz Indonesia, Benny Likumahua itu.

 

 Joey habis nge-jam bareng Bassist Barry dan drummer Shandy

Joey habis nge-jam bareng Bassist Barry dan drummer Shandy

Jadi Diri Sendiri

Kendati diidentikkan banyak insan ,musik Jazz nasional sebagai penerus jejak fenomenal dan sukses internasional Indra Lesmana, Joey – bocah berkacamata  minus tiga kelahiran Bali, 21 Juni 2003 ini, bersikukuh ingin menjadi diri sendiri. “Sejak kecil saya belajar Piano dengan ayah dan  sempat berguru dengan Pianis di  Bali bernama Om Bonny. Kendati sempat pula  beberapa kali belajar Piano dengan Om Indra Lesmana yang datang ke rumah, saya inginnya sih menjadi diri sendiri dan tak mau mengekor atau dikait-kaitan dengan Pianis lain yang lebih dulu terkenal,” tandas putra bungsu dua bersaudara pasangan Denny Sila dan Fara Neolara selepas tampil memukau bareng bassist Barry Likumahua dan drummer Yusuf Shandy.

Joey memang layak berjuang menjadi diri sendiri. Pasalnya, menyusul wawancara ekslusif dan pembertitaan program internasional The Good News – With The Ellen Degeneres Show bertajuk “A 10 – Years-Old Music Prodigy With Magical Jazz Hands beberapa waktu lalu yang menjadi perbincangan dan decak kagum masyarakat Jazz Amerika, Joey diundang pihak Jazz Lincoln Center untuk berpartisipadi diajang Annual Benefit Gala With Wynton Marsalis and the Jazz di New York AS, 1 Mei 2014 nanti. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *