Bona Paputungan Cs Gempur Koruptor Kakap

Bona Paputungan
Bona Paputungan

MELANJUTKAN sukses mengkritisi kebobrokan oknum Lembaga Pemasyarakatan lewat lagu dan video klip “Andai Aku Jadi Gayus” di YouTube sekalgus membuat popularitasnya membumbung tinggi tiga tahun silam, kini  penyanyi dan pencipta lagu   – Bona Paputungan (36 th)  membuat gebrakan baru. Bersama Digo DZ – mantan gitaris Iwan Fals band dan Hardjuno Wiwoho – Sekjen gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), melansir album bertajuk Koruptor-Koruptor Kakap.

“Kalau singgel  Gayus bernarasi tentang  para pengemplang pajak dan masih kategori koruptor kelas teri, maka album terbaru   yang mengandalkan singgel Jerat Hutang Abadi  saya dan kawan-kawan mencoba menggempur Koruptor-Koruptor Kakap yang masih berkeliaran di alam bebas,” papar Bona Paputungan kepada RB.Com di  kawasan Kemang -Jakarta, Selatan  baru-baru ini.

Dalam kaitan itu, lanjut lelaki kelahiran Gorontalo 16 Maret 1978 ini,  lewat gempuran sebelas lagu – dirinya bersama dua rekannya pun mencoba mengingatkan  pemerintah – khususnya Presiden dan Wapres baru RI yang akan dilantik 20 Oktober 2014 nanti bersama para penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi kelas kakap.  Misalnya, lagu Terjerat Hutang Abadi  dan Trio Big Fish yang terinspirasi dari  belum tuntasnya kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI),  Atau lagu Kartini Menangis (terinspirasi dari politikus Angelina Sondakh masuk bui yang mengingatkan semua pihak jangan main-main dengan korupsi. Maupun lagu Masih Korupsi, Markus dan Tangisan Rakyat  yang agar lebih menarik diaransmen khusus pemusik Reza Noah band.

“Yang tak kalah menarik, atas usul dari seorang Profesor penggiat gerakan anti korupsi dari negeri Sakura, lagu Gayus dibuat dalam versi Jepang dengan judul Mashimo Bokuga Ima Gayusuu,” tandas Bona.

Bona Paputungan (kanan) Cs Gempur Koruptor Kakap.
Bona Paputungan (kanan) Cs Gempur Koruptor Kakap.

Sekjen HMS Hardjuno Wiwoho berharap lewat karya musik bernuansa kritik politik bertajuk Terjerat Hutang Abadi (THA), mampu meningkatkan api semangat masyarakat Indonesia untuk menghentikan jeratan hutang abadi. “Subsidi Bunga Obligasi Rekap ex BLBI yang berganti nama menjadi Surat Utang Negara merupakan beban berat masa depan bagi bangsa Indonesia. Karenanya harus dihentikan antara lain dituntaskannya kasus BLBI secara hukum,” harap Hardjuno yang turut menyumbang suara lewat lagu keroyokan THA, Trio Big Fish dan Tangisan Rakyat itu menutup pembicaraan. * (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *