Bongkar Kasus Ijazah Palsu, Menristek Dikti Bentuk Tim Khusus

ilustrasi (ist)
ilustrasi (ist)

Makassar (rakyartbersatu.com) – Untuk mengungkap banyaknya pembuat dan pengedar ijazah palsu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah membentuk tim khusus, dengan melibatkan instansi.

“Tim sudah dibentuk, mereka terdiri dari kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi termasuk dan Kementerian Aparatur Negara Reformasi Birokrasi. Tim inilah yang bertugas melakukan penyelidikan,” kata Menristek Dikti Mohammad Nasir kepada wartawan usai melepas peserta MBMI di kampus UNM, Sulawesi Selatan, Kamis, 20 Agustus 2015.

Tim ini, kata Menristek Dikti,akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait, dengan harapan dapat membongkar sindikat yang telah mencoreng dunia pendidikan itu. ” Tim ini secepatnya akan melakukan investigasi pada daerah-daerah. Bila ditemukan, sanksinya jelas pidana berat, ” tandas mantan Rektor Universitas Diponegoro ini.

Dalam Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi jelas disebutkan bagi siapa saja yang memalsukan dan menggunakan ijazah palsu maka sanksinya memanti yaitu pidana dan penjara.Bagi pembuat dikenakan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar sedangkan yang menggunakan atau pemengang ijazah palsu tersebut maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

“Kami akan mengejar terus sampai titik darah penghabisan. Untuk itu, butuh bantuan semua pihak bila menemukan segera dilaporkan demi kebaikan kita semua serta menjamin mutu pendidikan kita,” harapnya.

Terkait adanya dugaan calon kepala daerah menggunakan ijazah palu, Menristek Dikti mengaku akan menjadikannnya prioritas untuk mengungkapkannya, karena perbuatan itu jelas tidak bisa ditolerir.

“Kami juga memburu mereka.Baik itu Bupati, Wakil Bupati, Gubernur Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, anggota DPRD dan DPR. Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu ini sementara dilakukan pendalaman,” bebernya.

Untuk mengintensifkan tugas membongkar dugaan penggunaan ijazah palsu ini, Menristek Dikti melakukan pertemuan dengan KPU RI guna merumuskan persoalan klasik ijazah palsu tersebut.
Tidak itu disitu kata Nasir, tim juga akan menelusuri oknum-oknum yang bermain baik di tingkat Univesitas, Perguruan Tinggi, dan sekolah. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *