BPI Diharap Kembalikan Era Golden Years Perfilman Indonesia

http://rakyatbersatu.com/wp-content/uploads/2014/01/Slamet-Raharjo-diapit-Menparekraf-Marie-Elka-Pangestu-dan-Wakil-Mendikbud-Wiendu-Nuryanti.
Slamet-Raharjo-diapit-Menparekraf-Marie-Elka-Pangestu-dan-Wakil-Mendikbud-Wiendu-Nuryanti.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu mengharapkan, Badan Perfilman Indonesia (BPI)  yang segera dibentuk lewat Musyawarah Besar (Mubes) diikuti 37 Organisasi Perfilman, diharapkan mampu mengembalikan Golden Years atau tahun keemasan industri perfilman Indonesia seperti pada era 1980 – 90 an.

“Lewat Mubes – BPI sebagai institusi atau  wadah  menaungi organisasi dan asosiasi profesi perfilman nasional baik di pusat maupun di daerah, harus dapat merepresentasikan kehendak masyarakat film yang lebih terarah lewat rencana induk Perfilman Indonesia. Sehingga  bisa mengembalikan masa Golden Years yang pernah dicapai insan perfilman nasional pada  era tahun  80-90 an dimana saat itu Film Indonesia  paling hebat di Asia Tenggara,” harap Marie Pangestu saat membuka Mubes Pembentukan BPI di Hotel Borobudur – Jakarta, Rabu (15/1) lalu.

Insan Perfilman Nasional dan Kementrian Parekraf dan Kemendikbud bergandengan tangan pada Mubes BPIMenparekraf yang didampingi  Wiendu Nuryanti –  mewakili  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menambahkan, didukung  insan kreatif film Indonesia  yang dahsyat  dan tak kalah dengan insan film Holywood, Korea dan Inggris, BPI bersama pemerintah optimis bisa mengembalikan keyayaan perfilman Indonesia menjadi tuan rumah yang baik di negeri sendiri dan tamu terhormat di negeri orang. “Kami optimis lantaran produksi film Indonesia tahun 2013 lalu mencapai 106 judul dari target semula hanya 100 judul. Dan tahun ini dengan dibentuk dan disyahkannya BPI  dapat menjadi think-thank sekaligus pendorong tumbuh sehatnya stiap lini dalam ekosistem industri film Indonesia yakni kreasi–teknologi-produksi-eksibisi-distribusi-studi dan apresia – kami  prediksi bakal meningkat lagi dengan  kisaran 110 hingga 115 judul film nasional lebih berkualitas yang diputar di bioskop tanah air,” tandas Marie seraya mengungkapkan presentasi jumlah film nasional  yang diputar di bioskop tanah air lebih kecil dari film impor yakni  40 % berbanding 60 %.

 

Menparekraf Marie Elka Pangestu dan Wakil Mendikbud - Wiendu Nuryanti Membuka Mubes BPI.
Menparekraf Marie Elka Pangestu dan Wakil Mendikbud – Wiendu Nuryanti Membuka Mubes BPI.

Sikap optimis senada dilontarkan tokoh perfilman nasional, Slamet Rahardjo. Menurutnya, dengan adanya BPI  badan khusus membantu perkembangan industri perfilman Indonesia sangat memungkinkan karya sineas nasional yang lebih mengedepankan perpaduan aspek kreasi, teknologi produksi maupun sinematografi, kedepan bisa mendominasi 60 persen film bioskop.   “Ketika belum ada institusi saja sudah 40% film nasional diputar di bioskop..  Kami yakin dengan BPI dimasa datang  film nasional yang dibarengi peningkatan kualitas lewat pembinaan dan sinergisitas para pemangku kepentingan – bisa mencapai 60%. Sebab, yang tahu bagaimana menguru film ya kami insane perfilman, bukan pihak lain,” tandasnya. .

Mubes BPI  yang digelar di Jakarta, 15-17 Januari 2014  akan memutuskan rumusan tentang status hukum, AD/ART, anggaran rumah tangga, pemilihan pengurus dan pembiayaan plus rencana kerja. Sperti diketahui,  keberadaan BPI  merupakan amanat dari UU Perfilman No.33 Tahun 2009. Yang menyatakan bahwa peran serta masyarakat sebagai pemangku kepentingan perfilman dalam memajukan perfilman Indonesia sangat dibutuhkan. * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *