Buce Ambon: Dukung Makassaar Tidak Rantasa Butuh Mobil Sampah

Baharuddin Hasan
Baharuddin Hasan

Makassar.-Warga merespon dan mendukung positif program pemerintah  kota, Makassar Tidak Rantasa (MTR). Sejak program walikota ini diluncurkan, warga sudah cukup lama menyadari menjaga dan merawat kebersihan lingkungan tempat tinggal.

           “Kendala dihadapi warga adalah armada pengangkut sampah berupa mobil kecil yang harus keliling lorong,  mengambil sampah rumah tangga,” tutur Ketua RW 04 Kelurahan Barana Kecamatan Makassar, Baharuddin Hasan di rumahnya Jl. Kalampeto, Sabtu sore, 23 Agustus 2014.

           Kesadaran warga menjaga lingkungan tempat tinggal termasuk cukup tinggi, selokan dan kanal sudah tidak ada lagi warga buang sampah dan kotoran. “Masalahnya, sampah yang menumpuk di kanal melewati RW 04, adalah sampah kiriman dari tempat lain,” tandas Buce Ambon panggilan akrab Baharuddin.

         Armada sampah yang ada saat ini, sudah tidak mencukupi mengangkut sampah rumah tangga ke tempat penampungan akhir. ‘’Warga menghimbau kepada walikota agar memenuhi kebutuhan warga akan  mobil yang dapat dengan leluasa keluar masuk lorong mengangkut sampah’’ ungkap pria  berdarah Makassar dan Ambon ini.         

         Warga yang berjumlah 1000 jiwa lebih, sudah tidak ada lagi membuang  sembarangan sampah di kanal. Pernah ada kejadian beberapa bulan lalu, tengah malam ada orang buang sampah dua kantongan di jembatan kanal, ‘’ Persis  saya lagi jalan dari luar dan menangkap basah pembuang sampah dari luar wilayah. Terpaksa di tengah malam itu sekitar pukul 02.00 WITA,   pembuang sampah itu  turun ke kanal dengan air sebatas  perut kotor, hitam dan busuk mengambil kembali sampah yang dibuang ‘’, tegas mantan preman Pasar Kerung-Kerung ini.

          Kanal juga terawat dengan baik, besi pagar kanal yang melewati wilayah RW 04 mencakup Pasar Kerung-Kerung, sampai kini masih tetap terawat dan utuh di tempatnya. “Kondisi demikian beda dengan tempat lain, pagar besi kanal sudah habis dicabut dan ditimbang kiloaan besinya, ” tegas pria kelahiran Makassar 1959 ini.

         Pernah suatu waktu, ada anak muda yang mencoba untuk mencopot pagar kanal, warga langsung lihat dan melarang. Tetapi perlakuan orang itu didenda dengan harus memperbaiki ulang dasar besi pagar dengan mencor pakai semen. “Sejak itu maka pagar besi jembatan aman yang  menjaga warga terutama anak-anak mereka tidak terpesorok masuk got,” pungkas Buce  yang sudah 12 tahun jadi ketua RW di lokasi itu. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *