Bundaran Samata Gowa Sumber Kemacetan

fadli Rahman
fadli Rahman

Makassar.RBC.- Pembangunan bundaran Samata di perempatan masuk kampus baru UIN Alauddin Samata sudah beberapa bukan terakhir terkatung-katung proses perampungannya. Penyelesaian sarana jalan itu terkesan diterlantarkan pihak pemerintah Kabupaten Gowa.

Semakin lama dibiarkan demikian, menjadikan pengguna jalan merana dan terganggu setiap kali lewat di jalur jalan  tersebut. Demikiann ditegaska mantan Ketua Himpunan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (HMJ-KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Alauddin Makassar, Fadli Rahman dan mahasiswa KPI UIN Alauddin,  Andi Nursyaeba, ditemui di kampusnya, Samata Gowa, Rabu 11 Maret 2015.

Fadli menambahkan, akibat bundara Samata belum rampung, setiap pagi dan petang tersaji antrian macet kendaraan yang akan masuk ke kampus serta kendaraan warga yang akan belok ke Jl. Hertasning Baru.  Antrian panjang kendaraan macet menjadi pemandagangan rutin, tegas aktifis mahasiswa ini.

Akibat bangunan fisik sarana jalan itu belum rampung,  hampir setiap saat menjadi langganan macet. Pemandanga setiap pagi, ketika civitas akademika UIN Alauddin, masuk kampus untuk kegiatan rutin harus terhenti karena antrian kendaraan yang kadang tidak ada saling mengerti dan beromba saling mendahului, ungkap Fadli.

Andi Nursyaeba menambahkan,  bundaran Samata  beberapa bulan terakhir  ini terkesan di terlantarkan oleh pemerintah Kabupaten Gowa.  Belum rampungnya pembangnan fisik bundaran ini, mengakibatkan kemacetan parah dan  sangat di keluhkan  civitas akademika  yang keluar masuk kampus.

Bundaran Samata itu, di tengahnya ada semacam kolam mirip dengan Bundaran HI di Jakarta. Lampu pengatur arus lalu lintas di ke empat  sudut jalan itu, juga belum berfungsi secara normal, ditambah polisi lalu lintas yang tidak rutin bertugas, mengakibatkan kemacetan setiap saat, tegas Nursyaeba.

Syafriana  mahasiswa Prodi KPI UIN Alauddin Makassar lainya menambahkan,  setiap hari melewati  bundaran ini,  mengaku, belum rampungnya pengerjaan bundaran membuat dia sering  merasa bingung,  karena tidak adanya petunjuk arah dipasang di bundaran ini. Dia juga menyarankan agar ada petugas dari Polantas Gowa di bundaran ini yang bisa membantu mengatur  pengguna  jalan, ungkapnnya. (yaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *