Bupati Bantaeng Canangkan Gerakan Penanggulangan Pengangguran

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah (ist)
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah (ist)

Bantaeng– Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mencanangkan Gerakan Penanggulangan Pengangguran. Pencanangan tersebut dirangkaikan pameran produk unggulan yang diikuti 36 pengusaha UKM binaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kepala Subdit Terapan Teknologi Terapan Ditjen Binapenta Kemenakertrans Siti Rohimah mengatakan, kegiatan pengentasan pengangguran ini untuk wilayah Sulsel dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng.

Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilaksanakan secara nasional di Semarang kemudian untuk tingkat provinsi Jawa Timur dilaksanakan di Jombang, di Sumatera dilaksanakan di Jambi dan di Sulawesi Utara dilaksanakan di Manado.

Pencanangan di Kabupaten Bantaeng merupakan pencanangan ke-3, tambah Siti Rohimah yang menyebut penempatan kegiatan ini dilaksanakan di daerah yang dinilai memenuhi syarat dilihat dari potensi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya.

Ia berharap, dari pencanangan ini, akan melahirkan landasan strategis dan langkah konkrit mengatasi pengangguran, terutama pada usia muda.

Ini menjadi penting sebab angka pengangguran di negeri ini masih terbilang tinggi akibat dampak dari ketidakseimbangan antara lapangan kerja dan angkatan kerja yang ada.

Selain itu, akibat krisis keuangan global menyebabkan penyerapan tenaga kerja menjadi terbatas, dan kini kita dihadapkan dengan era perdagangan bebas, baik antar Negara Asean maupun terhadap Negara-negara lainnya.

Pada era tersebut, kita bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah harus bisa berperan meningkatkan keterampilan serta penyediaan lapangan kerja karena hanya Negara yang memiliki SDM berdayasaing tinggi yang mampu memenangkan globalisasi tersebut.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia juga berharap gerakan ini dapat dilakukan setiap tahun sehingga lebih banyak yang bisa dilakukan.

Ini menjadi penting sebab selama ini terjadi ironi di negeri yang penuh potensi ini. Sebagai Negara agraris, Indonesia yang seharusnya dibutuhkan oleh dunia. Tetapi kenyataannya, ternyata kita yang melakukan impor berbagai jenis produk pertanian.

Pertanian merupakan kegiatan padat karya yang sangat dibutuhkan karena produksi petani dibutuhkan semua orang. ‘’Kita tidak bisa menunda makan. Dan ini kita miliki,’’ urainya.

Sebagai Negara kepulauan, sambung Nurdin Abdullah, sumber daya alam kita melimpah, sehingga seharusnya orang ke Indonesia untuk bekerja, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

Karena itu, perlu langkah serius agar kita tidak terus-terusan menjadi Negara pengimpor bahan pangan karena potensinya ada. Bupati kemudian menyebut impor garam, cabe, beras, kedelai dan sejumlah produk lainnya yang seharusny bisa kita lakukan.

Sebelumnya, Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syahrul Bayan melaporkan, kegiatan sehari yang ditandai pameran produk yang diikuti 36 pengusaha kecil dan menengah.

Setelah kegiatan ini, akan dilakukan asesmen untuk pembentukan peraturan daerah (Perda) yang menunjang masalah pelayanan, dan soal ketenagakerjaan.(hms/yd))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *