Carlo Saba Tetap Harmonis dengan Kahitna

Carlo Saba
Carlo Saba

GARA-gara tak satu pun personel Kahitna  menghadiri jumpa pers peluncuran album kompilasi dirinya dan sederet penyanyi  di bawah naungan ABM Management, mencuat kabar,  Carlo Saba sudah bercerai dengan band legendaris yang dimotori Yovie Widianto itu. Namun ketika kabar tak sedap tersebut dikonformasikan padanya,  vokalis yang mencoba peruntungan baru sebagai solois dengan melansir singgel perdana bertajuk “Kepingan Cinta”.pelantun singgeldengan enteng membantahnya.

“Status  karir saya dengan Kahitna ibarat menikah seumur hidup dan tak ada proses talak cerai. Jadi, langkah  bersolo karir selain direstui teman-teman dan pihak manajemen Kahitna, otomatis hubungan kami tetap harmonis sampai kapan pun,” tandas Carlo Saba kepada RB.Com  di Exodus Café – Kuningan City, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut pria berkacamata kelahiran 15 Januari dengan tahun dirahasiakan ini, sembilan personel Kahitna yang dibentuk di Bandung pada 24 Juni 1986, diberi kebebasan untuk berkarir di luar band. Kalau, dirinya baru sekarang bersolo karir mengikuti jejak rekan Hedi Yunus, Mario dan Yovie Widianto, itu semata-mata, jalannya baru terbuka.

“Baru sekarang saya bertemu dengan label lengkap ABM Entertainment pimpinan Ny. Vivi Montolalu – bergerak sebagai produser rekaman, artis management, recording studio, event organizer dan production house yang memberi kebebasan penuh berkreasi dalam menghasilkan lagu-lagu berkualitas. Nah, setelah singgel Kepingan Cinta – andalan album kompilasi bersama trio A+ mengusung singggel Call Me, Cosmo band (Singgel Dengan Cara Sempurna) dan 2Korbra Dangdut (Orang Ketiga), saya segera tancap gas merampungkan mini album berisi maksimal enam lagu, awal tahun 2015,” papar Carlo Saba.yang bersama tiga saudaranya Denny – Martin dan Ivan  pada melansir album Sweet Soul R&B bertajuk “Saba-Hidup Ini Indah” tahun 2010 silam.

Hal menarik, apakakah langkah Carlo bersolo karir  lewat singgel Kepingan Cinta ciptaannya  sendiri bakal berjalan mulus dan bukan jadi pesaing Kahitna ?  Pasalnya, menurut pemerhati musik Bens Leo – lagu ciptaan  Carlo tak jauh beda dengan karya Yovie kebanyakan. “Begitu saya mendengar lagu  tersebut – bernarasi tentang  kesetiaan seorang pria yang tak mau move on  kendati sudah diputus sang kekasih,, ternyata  mirip dengan karya Yovie Widianto, pentolan Kahitna band,” ujar Bens. *   (nasakah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *