Citra Scholastika Belajar Jadi Penyanyi Legendaris

Citra Scholastika
Citra Scholastika

PEPATAH lama sambil menyelam minum air, tampaknya difahami betul penyanyi Citra Scholastika. (21 th 5 bln). Begitu didapuk menjadi salah satu penyanyi generasi baru mengusung lagu Kurnia dan Pesona dalam album kompilasi Fariz RM & Dian PP bertajuk “In Collaboration With..”, runner-up ajang Indonesian Idol 2010 ini memanfaatkan kesempatan cukup langka tersebut dengan belajar jadi penyanyi legendaris.

“Saya senang dan bangga jadi bagian sejarah babakan karir penyanyi dan komposer legendaris sekaliber Om Fariz dan Dian PP dengan turut mendukung album kompilasi re-arrangement 13 lagu karya keduanya. Kesempatan langka ini saya coba manfaatkan semaksimal mungkin untuk belajar sekaligus turut merasakan bagaimana rasanya menjadi penyanyi legendaries,” papar Citra Scholastika kepada RB.Com  selepas peluncuran album persembahan KFC Indonesia di Piazza Gandaria City – Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut dara kelahiran 5 Juni !993 ini, sebagai penyanyi masa kini, tak mudah baginya untuk melantunkan lagu lawas yang pernah hits dekade 80-90 an dimana saat itu dirinya belum lahir. “Tapi, dengan semangat menggebu dan pantang menyerah untuk belajar menjadi penyanyi legendaris, segala halang rintang – termasuk rasa takut mengecewakan penggemar Om Fariz, dapat saya atasi. Semua itu berkat arahan dan diskusi langsung dengan sang pencipta lagu bagaimana kiat menghayati isi lagu sekaligus memberi roh dan warna baru lagu Kurnia dan Pesona. Semoga lagu legendaries yang saya lantunkan dengan gaya Citra dan aransmen musik kekinian bernuansa Dance Floor  garapan komposer Yudhistira Arianto – arranger andalan Tompi, bisa menjadi menjadi legenda lagi di masa datang,” harap  Citra – pemilik album Pasti Bisa (2013) dan pelantun  singgel terbaru Jangan Paksa Ahh 2014.

Citra diapit Fariz RM - Dian PP dan Angelica dan produser Seno M. Hardjo
Citra diapit Fariz RM – Dian PP dan Angelica dan produser Seno M. Hardjo

Selain menampilkan Citra Scholastika, album re-arangement lintas generasi Fariz dan Dian PP, juga menampilkan sederet penyanyi dan arranger sedang hangat popularitasnya antara lain seperti Sammy Simorangkir melantunkan kembali hits Dian PP tahun 1996 – Kau Seputih Melati karya Yockie Soeryo Prayogo. Dengan aransmen orchestra megah Andi Rianto. Glenn Fredly berduet dengan Dian mengusung lagu Aku Cinta Padamu. Maliq & D’Essenstial mengkreasikan lagu Barcelona.

Lalu, Angelica Martha Pieters dengan kawalan penata musik brilian – Irwan Simanjuntak melantunkan lagu Biru. Fatin Shidqia turut unjuk kepiawaian vokal lewat lagu Dian Pramana Poetra tahun 2000 bertajuk Demi Cintaku. Hingga Shandy Sondoro dengan vokal khasnya penuh improvisasi  berduet dengan Fariz RM menyuguhkan lagu Sakura karya penata musik Yudhis Dwikora. “Kendati 13 lagu karya Fariz Roestam Munaf dan Dian Pramana Poetra hits-nya tiga dekade lagu, tapi masih tetap bersliweran atau diputar di radio-radio tanah air. Guna lebih mendekatkan kembali ke penikmat musik Indonesia masa kini, kami hadirkan album kompilasi re-arrangemen yang dipasarkan di gerai-gerai KFC dengan melibatkan penyanyi maupun penata musik saat ini yang sedang hangat popularitanya,” ujar Seno M. Hardjo, produser Target Pro. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *