Clara Sinta Rendra Membibit Sineas Masa Depan

Clara Sinta Rendra =KENDATI  keinginannya untuk memfilmkan karya sastra terbaik sang ayah baru terlaksana tahun, Clara Sinta Rendra (47 th 4 bln), terus bersemangat melakukan pembibitan para calon sineas masa depan nsional. Caranya, putri kelima almarhum WS Rendra dari istri pertama Sunarti Soewandi kelahiran New York AS, 26 Juli 1966 ini bergabung dengan Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (SNAKKI) pimpinan Akhlis Suryapati dan menjadi juri tetap Festival Film Pelajar (FFP).

“Sudah tiga tahun  terakhir ini saya turut membibit calon sineas masa depan nasional dengan aktif menjadi juri Festival Film Pelajar dan Snakki,  baik tingkat DKI Jakarta maupun nasional,” papar Clara Rendra kepada RB.Com    pasca menjadi juri FFP dan Snakki  DKI Jaya  di Epicentrum – Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (17/12) petang lalu.

Dari 59 film pendek berdurasi 10 – 30 menit peserta FFI  2013 yang difasilitasi Dinas Periwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, terpilih Film/Penyutradaraan terbaik berjudul Divergent Our Cast produksi Teater Gerak Pictures – SMA Marsudirini Bekasi karya sutradara Christian Imanuell. Terbaik II Film dan Penyutradaraan – judul Terlewat Sehari  produksi SMK Islam P.B  Soedirman I Jakarta. Film Terbaik III berjudul Pro (Professional) produksi Bori Pictures sutradara Dimas R Agustian. Sedangkan Penyutradaraan Terbaik III dirah Buma Latungga lewat film Gorengan produksi SMKN 2 Cikarang Barat.

Menurut aktris film dan theater yang terakhir berakting lewat film “Wakil Rakyat” dan “Seleb Kota Jogja” tahun 2009 ini, dirinya bersemangat terus menjadi juri FFP dan Snakki  baik di  tingkat nasional Juli lalu maupun tingkat DKI saat ini –  lantaran calon sineas masa depan dari kalangan komunitas film pelajar SMA/SMKA/MAN ini – mengalami kemajuan pesat dari tahun ketahun. “Walau dengan peralatan produksi yang masih sederhana, karya film yang mereka suguhkan sudah memiliki nilai sebuah film. Apalagi, ditopang  ide dan konten cerita yang masih murni alias belum terkontaminasi selera pasar, para pelajar mempu memvisualisasikan kehidupan mereka lewat film. Lengkap dengan auto introspeksi tentang kekurangan mereka saat ini dan apa rencana mereka  dalam  upaya memperbaiki kehidupan mereka ke depan. Berdasarkan kemajuan pesat tersebut, saya optimis mereka berpotensi menjadi sineas profesional di masa datang,” ujar Clara Sinta seraya menegaskan FFP merupakan ajang penting dalam terus memperjuangkan kemajuan perfilman nasional. “Jadi, marilah kita besama-sama lebih menghidupkan Festival Film Pelajar dan terus mengembangkannya,” tandasnya.

Tentang rencana memproduksi film berdasarkan karya sastra WS Rendra – sang ayah yang meninggal dunia di Depok – Jawa Barat, 6 Agustus 2009 silam, Clara berharap salah satu diantara dua film yang direncanakan, bisa dirampungkan tahun depan. “Ada dua naskah sastra ayah saya yang bakal diangkat ke layar lebar. Satu berformat film kolosal satu tentang kehidupan remaja yang masih sangat relevan dengan sikon saat ini,” ujar Clara Rendra yang sesuai judul film terakhir  yang dibintanginya tengah berjuang menjadi Wakil Rakyat dengan menjadi Caleg Partai PKPI dapil Bandung dan Ciamis. *(naskah fan foto – ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *