Copypaste Pendangkalan Intelektual Mahasiswa

Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si,
Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si,

Makassar.RBC-Copypaste dalam pembuatan tugas-tugas makalah dan karya akhir ilmiah mahasiswa gencar dan massif dipraktekkan. Perilakucopypaste mengarah pada  plagiat,  menghilangkan rasa ulet  dan mengurangi rasa kepercayaan diri, serta mematikan kemampuan mengembangkan keilmuan dan juga mendangkalkan nilai keintelektualan mahasiswa.

      Kenyataan itu disebabkan pengaruh  teknologi digital yang dengan mudahnya dapat diakses. Akibatnya mahasiswa menempuh jalan pintas dengan meng-copypaste karya orang lain dengan mengabaikan kaidah dan kejujuran dalam tradisi akademik. Demikian ditegaskan dosen FISIP Universitas Sawerigading Makassar, Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si, Kamis 12 Pebruari di kampusnya, Jl. Kandea II Makassar.

        Dijelaskan, akibat kemudahan dari dunia digital, mahasiswa terkesan mulai ada rasa malas mencari bahan referensi dan materi serta membuat tugasnya menggunakan bahasa dan gaya dalam menulis. Kemudahan dalam copy paste  itu jadi  kebiasaanmengakibatkan mahasiswa jadi malas mengerjakan tugasnya dengan hasil karyanya sendiri. “Kualitas tugas mahasiswa itu dipertanyakan keorisinalitasannya, sebab mahasiswa hanya mengerjakan tugas diberikan oleh dosen di copy paste  dari hasil karya orang lain,” tandas mahasiswa S3 Sosiologi PPs-UNM ini.

         Dampak lebih jauh dari perilaku itu, menjadikan mahasiswa menjadi malas belajar dan  berpikir. Hal ini mengakibatkan sebuah kemunduran intelektual oleh karena mahasiswa tidak lagi mengindahkan aturan, tata cara pelaksanaan akademik yang baik dan benar yang disakralkan selama ini oleh universitas yang menjunjung tinggi kualitas dan kuantitas universitas dibawah kendali pelaksanaan marwah akademik universitas, tandas magister perencanaan wilayah dan perkotaan PPs-UNHAS ini.

         Selain itu copypaste karya orang lain, dapat dikategorikan  tindakan plagiat. Perilaku menyontek  merupakan kegiatan negatifyang  sulit untuk dihindarkan dikalangan mahasiswa.   Padahal dari hasil karya copypaste  tersebut sama saja dengan membodohi dirinya sendiri. Karena sudah terbisa dengan copypaste, mahasiswa menjadi malas belajar  

        Perilaku  copypaste adalah penyakit akademik  harus dihindari dan jika mereka yang sudah sering bahkan sampai pada taraf kebiasaan juga dihentikan. Malas berfikir adalah bahaya dari kegiatan tersebut.

         Namun, tidak semua kegiatan copypaste itu adalah negatif. Jika kita bisa memodifikasi suatu hal yang kita tiru, maka kita telah menemukan sesuatu yang baru. “Dengan begitu, kreativitas kita bertambah dan akan timbul kepuasaan tersendiri,” kata sarjana sosiologi FISIP Universitas Sawerigading Makassar ini.

         Jika mahasiswa  ingin mengkopi referensi ilmiah, sebaiknya menyertakan sumbernya secara jelas beserta  websitenya. Jika hal tersebut dilakukan maka  membuat penulis artikel yang dijadikan rujukan,   merasa senang, karena ilmunya bermanfaat bagi orang banyak.  Selanjutnya mahasiswa juga bisa  memodifikasi artikel tersebut dan menjadikannya sebagai bahan referensi pengembangan keilmuannya.  “Jika hal tersebut dilakukan,  maka secara spontan mampu mengurangi dan menghindari kegiatan copypaste  dikalangan mahasiswa,” tandas pria kelahiran Maros, 15 April 1983 ini.  (ym)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *