Crystal Opera, Generasi Baru Hip Hop Indonesia

Crystal Opera alias Muhammad Emil
Crystal Opera alias Muhammad Emil

RE-GENERSI penyanyi Hip Hop di Indonesia yang tersendat-sendat, mendorong  rapper bernama panggung  Crystal Opera –  hijrah dari jalur indie ke jalur musik  industri untuk meneruskan jejak sukses Iwa K, Bondan Prakoso dan Saykoji.. Bahkan, bujang ganteng berdarah Arab dan Batak  kelahiran Medan, 31 Oktober dengan tahun dirahasiakan  yang  popularitasnya cukup  membumbung  di Singapura dan Malaysia ini, mencoba mengikis  imej negatif Black Music asal masyarakat Afro-Amerika dan Latin-Amerika pada era 1970-an dengan menyuguhkan beat plus pesan serba positif pada beberapa lagu di album terbarunya bertajuk “175 KM”.

“Saya mencoba menebar virus positif musik Hip Hop dengan me-remix lagu Tanah Airku karya Ibu Soed agar jadi lebih menarik dan berpotensi digemari para kaula muda. Maklum, berdasarkan kenyataan– generasi muda saat ini cukup banyak yang tak lagi hafal lirik lagu  kategori wajib nasional,” papar Crystal Opera  di Jakarta, baru-baru ini.    

Menurut penggemar berat penyanyi Hip Hop  dunia asal Amerika  Serikat,  Jay-Z (Shawn Corey Carter) dan NAS (Nasir bin Ulu Dara Jones)  serta Rapper Muslim asal Chicago bernama panggung Capital D alias David Kelly ini, kendati sudah mengalami perkembangan pesat dan positif –  entah mengapa imej negatif terlanjur melekat pada insane musik Hip Hop di tanah air.  “Mungkin dalam sejarah kelahiran dan perkembangan di negara asalnya, musik Hip Hop sangat identik dengan minuman beralkohol dan lirik lagunya pun bermateri utama teriakan protes keras dan tegas pada pemerintah yang berkuasa. Padahal, belakangan ini, banyak penyanyi Rap Muslim yang  unjuk kreatif artistik dan bahagia dalam memuja Allah  pada konser tanpa alkohol plus lagu berlirik positif diantaranya mengkritik perang,” ungkap Crystal seraya berharap  dengan mengandalkan lagu  remix Tanah Airku ciptaan almarhummah Ibu Soed yang berkisah tentang keindahan alam Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan cita rasa dan roh musik baru  dirinya bisa  turut mengikis imej negatif musik Hip Hip di Indonesia.   

“Sudah sepuluh tahunan saya  malang melintang di jalur Hip Hop indie. Kini saatnya lebih serius berkiprah di industri musik nasional dengan menyuguhkan beat sekaligus pesan positif dalam deretan lagu solo album kedua saya  bertajuk 175 KM ini,”  tandas pria atletis  dan  taat beribadah bernama asli Muhammad Emil itu..

Kalau lebih dicermati, pada album yang diedarkan Microphone Record, Crystal juga menebar virus positif Hip Hop lewat beberapa lagu ciptaannya. Seperti  nomor “Peace” yang bercerita tentang perdamaian. Atau lagu “Indonesiaku” bernarasi tentang kecintaan dan kebanggan rakyat pada negaranya.   “Alhamdulillah, berkat lagu-lagu dengan beat plus pesan positif  – album 175 km kini masuk kategori Best Sellers lantaran sudah terjual diatas 20 ribu keping. Semoga kiprah saya ke depan sebagai Rapper tambah eksis serta berkibar dan album rekaman saya lebih laku di pasaran hingga bisa meneruskan jejak sukses Iwa K, Bondan Prakoso serta Saykoji,” harap putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Salim Zubaidi dan Ramlah Nasution yang tengah giat merampungkan lagu yang diperuntukkan khusus pada Presiden RI terpilih- Joko Widodo  “Karena masih dalam proses, judul lagunya belum bisa saya publikasikan sekarang. Yang jelas lagu tersebut bernarasi kekaguman saya pada sosok Presiden RI ke-7 yang sederhana, sederhana dan smart,” pujinya menutup pembicaraan. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *