Cuaca Buruk Masih Menghadang

Evakuasi korban AirAsia QZ8501 (istimewa)
Evakuasi korban AirAsia QZ8501 (istimewa)

Jakarta.RBC. Pencarian korban AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Minggu, 28 Desember 2014 masih terus dilanjutkan hingga hari ini, Selasa, 6 Januari 2015 namun dikhawatirkan dalam pencarian di hari kesepuluh ini, tim pencari di bawa koordinasi Basarnas akan dihadang cuaca buruk.

“Sekitar wilayah pencarian bagian Barat terpantau hujan lebat di beberapa titik. Di bagian Timur juga sama, masih nampak hujan berikut di bagian Utara,” ujar Lukman Soleh, Kepala Kantor BMKG Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Selasa (6/1).

Menurut Lukman, pihaknya akan terus memantau cuaca secara tepat dengan menganalisasnya setiap tiga jam sekali, khususnya di area pencarian. Hal ini dilakukan untuk mendukung tim SAR gabungan dibawah komando Basarnas.

Sebelumnya, Direktur Operasi Badan SAR Nasional Posko Pangkalan Bun Marsekal Pertama Supriyadi mengatakan upaya pencarian korban dan puing pesawat akan tetap dikonsentrasikan di kawasan selatan Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan.

“Ini melihat pola angin yang bertiup ke arah timur dan tenggara. Ada kekungkinan puing dan korban bergerak dan terbawa ke arah utara Jawa serta kawasan Banjarmasin,” terangnya.

Tabur Bunga
Keprihatinan sejumlah pihak terhadap seluruh keluarga korban AirAsiaQZ8501 mendapat perhatian khusus dari jajaran TNI. Tak hanya melakukan pencarian, TNI juga akan memfasilitasi semua keluarga korban untuk melihat ke arah jatuhnya pesawat AirAsia sebagai upaya untuk mengurangi kesedihan mereka.

Dua pesawat yaitu Hercules dan CN 295 serta satu Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh sudah disiapkan untuk membawa keluarga korban melakukan tabur bunga ke lokasi pencarian korban. Tabur bunga dijadwalkan dilangsungkan hari ini, Selasa (6/1), pukul 10.00 WIB.

Pesawat diberangkatkan dari Bandara Juanda Surabaya ke Pangkalan Bun. Dari kota kecil di Kalimantan Tengah ini, para keluarga korban selanjutnya dibawa dengan menggunakan KRI Banda Aceh untuk mengarungi tingginya gelombang Karimata ke perairan Pangkalan Bun, tempat jatuhnya pesawat.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menuturkan pemberian fasilitas dari TNI itu bertujuan untuk membantu mengurangi kesedihan dan rasa kehilangan dari keluarga korban. “Mukzizat tetap kami harapkan, itu datangnya dari Tuhan,” ujar Moeldoko didampingi Kapolri Jenderal Polisi Sutarman saat meninjau langsung keluarga korban AirAsia QZ-8501 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Moeldoko menyampaikan bahwa TNI-Polri sangat memahami perasaan keluarga korban. Selain itu juga TNI-Polri juga tidak akan menyerah dengan lingkungan operasi seperti apapun. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *