Dana Desa Bisa Menggerus Nilai Kearifan Lokal

Drs. Yahya Mustafa.M.Si
Drs. Yahya Mustafa.M.Si

Makassar (rakyatbersatu.com) – Alam kehidupan pedesaan memberi nuansa kesederhanaan, kekeluargaan, gotong royong serta semangat rela dan tulus membantu sesama. Nilai kearifan lokal itu,telah menjadi bagian dari perilaku hidup masyarakat desa. Namun tidak menutup kemungkinan alokasi dana desa yang dialokasikan pemerintah pusat akan menggerus nilai-nilai kearifan lokal masyakat desa.

“Ketika misalnyaq ada gotong royong membangun sarana fisik desa seperti merintis jalan, memperbaiki irigasi dan jembatan. Warga turun bekerja didorong semangat kesadaran yang tinggi, tanpa menuntut upah dan gaji sesuai standar, ” tandas kandidat Doktor Sosiologi Politik ¬†PPs Universitas Negeri Makassar, Minggu (12/10/2015).

Menurur Yahya, bakal muncul semacam dilemma di desa, ketika merealisasikan program kerja fisik dan non-fisik dana desa itu, menggunakan tenaga warga desa, dihitung upah harian Maka kerja gotong royong bersama itu, mengalami pergeseran makna dan nilai.

Warga desa diperhadapkan kerja bersama diberi upah dan gaji. Sangat boleh jadi, lewat alokasi dana desa itu, orang desan senantiasa menagih upah dalam bekerja bersama di desa. Akibatnya, pola dan nilai kearifan lokal yang menjadi warisan dan dirawat dalam kurun waktu lama, pelan tetapi pasti mengalami pergeseran.

“Harapan bersama, nilai kearifan lokal itu, harus dirawat dan jangan dibiarkan hilang, hanya karena desa mendapat gelontoran dana dalam jumlah besar. Semangat gotong royong itu harus tetap dilestarikan sebagai warisan berharga dari generasi ke generasi bangsa ini,”tutupnya.(yd/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *