Dana Porseni PGRI Beratkan Kepala Sekolah

 

Peserta Porseni PGRI di Jeneponto (foto: lade)
Peserta Porseni PGRI di Jeneponto (foto: lade)

Jeneponto,(rakyatbersatu.com)- Dana Peserta Porseni PGRI Kabupaten Jeneponto yang akan mengikuti Porseni PGRI Tingkat Provensi Sulawesi Selatan  November 2015 ini sebesar Rp 200.000 sangat memberatkan para kepala sekolah  disejumlah  SD,SMP,SMA dan SMK.

Selah Seorang Kepala sekolah dikecamatan Bontoramba Hj.Hasrawati, S.Pd ,MM pada wartawan di Bontoramba Senin, 2 November 2015 mengatakan bahwa selain permintaan partisipasi Rp 200.000 juga dimintai pembeli baju devile sebasar Rp 250.000.

Permintaan ini awalnya bersifat partisipasi, kata Hasrawati, akan tetapi, ketika para kepala sekolah dimintai bukan lagi partisipasi, para kolektor yang bertugas dimasing-masing kecamatan mengatakan permintaan dana ini wajib karena selain akan dipakai untuk kegitan juga akan digunakan untuk membeli baju devile.

“Sebaiknya kalau ada permintaan sumbangan  atau bantuan dituangkan dalam surat keputusan atau surat edaran agar para kepala sekolah tidak banyak bertanya lagi, sekaligus menghilangkan kecurigaan,” kata Hasrawati.

Ironisnya lagi, para kepala sekolah ini tiba-tiba ditagih, tentu para kepala sekolah bertanya dan untuk apa lagi, kalau itu kegiatan PGRI, setiap bulan para guru, kepala sekolah membayar iuran Rp 4000 perbulan.

Sekretaris PGRI Kabupaten Jeneponto Baso Labo,S.Pd, M.Pd yang konfirmasi melalui telepon genggamnya menjelaskan bahwa sesuai hasil rapat para ketua-ketua PGRI kecamatan dengan PGRI Kabupaten tanggal, 12 Oktober 2015, diputuskan bahwa kegiatan Porseni tingkat provensi Sulawesi Selatan yang akan berlangsung  November 2015.

“Sudah disepakati partisipasi bagi para kepala Sekolah mulai dari SD,SMP,SMA/SMK sebesar Rp 200.000 dan untuk pembelian baju olahraga sebasar Rp 250.000, sifatnya partisipasi bukan wajib. Kalaupun para petugas yang diberikan kewenangan menagih lalu mewajibkan maka pengurus dan panitia Porseni tidak bertanggung jawab, ” tandas Baso Labo.

Baso Labo menambahkan bahwa uang  Rp200.000 sebagai pembeli baju dirinci harga baju Rp 130.000, yang Rp 20.000 diperuntukkan pembelian baju bagi para pejabat yang akan ikut pada kegiatan Porseni dikabupaten yang akan datang. Sementara yang Rp 200.000 itu untuk biaya operasiona karena bantuan pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto tidak cukup tidak sama di Luwu Timur dana untuk peserta Porseninyta mencapai Rp 1 miliar. (lade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *