Demo BBM Rusuh, Wakapolrestabes Dibusur, Wartawan Dipukuli Polisi

tutup-apMakassar.- Aksi demo menolak rencana kenaikan BBM di Makassar, Kamis sekitar pukul 16.00 Wita kembali rusuh. Para mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) terlibat bentrok dengan polisi. Dalam peristiwa itu,Wakapolrestabes Makassar, AKBP Totok Lisdiarto yang berusaha mengendalikan situasi yang tidak kondusif itu terkena anak panah. Sementara itu, sejumlah wartawan yang berusaha mengabadikan peristiwa tersebut ikut dihajar oleh polisi, akibatnya 4 wartawan terluka.

Menurut sebuah sumber, peritiswa tersebut dipicu ketika mahasiswa terlibat bentrok di di depan kantor DPRD Makassar, salah seorang pengunjuk rasa berhasil diciduk oleh polisi. Melihat rekannya diamankan oleh petugas, mahasiswa melakukan protes dan melempari polisi dengan batu. Situasipun menjadi sangat mencekam.

Dalam situasi genting itu, polisi berusaha meredam amuk mahasiswa dengan menembakkan gas air mata. Entah perintah dari siapa tiba-tiba saja kendaraan taktis polisi kemudian menerobos masuk kampus UNM yang letaknya di Jalan AP Pettarani Makassar itu. Amuk polisi ini didalam kampus UNM membuat mahasiswa panik dan lari berhamburan. Sejumlah mobil dosen dan sepeda motor mahasiswa ikut rusak.

Aksi brutal polisi ini juga menimpa beberapa jurnalis yang berusaha meliput penyerbuan polisi ke dalam kampus UNM di Gunug Sari itu. Tindakan ini mengundang reaksi keras dari sejumlah wartawan.

Ratusan Jurnalis Makassar yang menggelar aksi damai meminta Kapolda Sulselbar untuk bertanggungjawab atas tindakan brutal yang dilakukan anggotanya.”Copot, Kapolda, ia paling bertanggung jawab dalam aksi ini,” teriak sejumlah wartawan.

Pihak Kampus UNM pun menyesalkan tindakan polisi tersebut. Tindakan brutal itu sangat tidak dibenarkan dan menyalahi protap. “Kami mengutuk keras aksi penyerbuan dan perusakan kampus yang dilakukan polisi, tindakan semena-mena tidak perlu terjadi seandainya mereka berpikir,” ujar Ketua Prodi Administrasi Perkantoran, Hafid Amirullah, yang mengaku mobilnya ikut dirusak oleh onknum polisi.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Endi Sutendi yang ditemui sejumlah wartawan mengatakan bahwa penyerbuan polisi ke kampus UNM dipicu oleh serangan anak panah yang bersarang di rusuk kiri Wakapolrestabes Makassar. “Bisa saja mereka dipicu emosi karena komandan mereka jadi sasaran panah, ” sebut Endi.

Terkait pengeroyokan yang dilakukan sejumlah polisi pada beberapa wartawan saat mengambil gambar penyerbuan kampus, ia mengaku minta maaf dan akan memproses anggotanya, setelah ada laporan resmi dari wartawan. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *