Dendam Kesumat Ari Lasso pada Gembong Narkoba

Ari Lasso
Ari Lasso

KENDATI  hampir 14 tahun tak lagi menjadi budak Narkoba, penyanyi Ari Lasso (42 th), masih memiliki rasa benci terhadap para gembong barang laknat dan terlarang tersebut. Indikasinya, pria kelahiran Madiun – Jawa Timur, 17 Januari 1973 ini, sangat setuju diberlakukan hukuman mati bagi  para  bandar besar atau gembong Narkoba.

Saya sangat setuju para gembong Narkoba di  tanah air dijatuhi hukuman mati. Tapi, setalah keputusan pengadilan memutuskan mereka bersalah dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, segera dieksekusi dan jangan ditunta-tunda. Sikap tegas dan tanpa kompromi tersebut yang diterapkan pemerintah Malaysia dan Singapura terbukti efektif mengurangi secara drastis peredaran barang laknat dan haram tersebut di dua negara tetangga kita,” papar Ari Lasso kepada RB.Com selepas tampil dalam konser bertajuk “Drugs Free Asia-Africa di Silang Monas Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurut pelantun tembang hits Mengejar Matahari dan “Cinta Adalah Misteri” ini, bila mencermati  kian meraja-lelanya peredaran beragam jenis Narkoba belakangan ini, hukuman seberat-beratnya bagi para bandar besar sudah semestinya diterapkan. “Tapi, untuk para pemakai, pemerintah dan penegak hukum, harus segera merehabilitasi mereka. Kalau mengingat masa kelabu saya berjuang mati-matian untuk terbebas dari jeratan narkoba empat tahunan yang nyaris menamatkan karir nyanyi saya. Jadi  sangat wajar bila sampai saat ini saya memiliki dendam kesumat kepada para bandar. Saya beruntung mendapat dukungan luar biasa dari istri dan keluarga hingga 100 persen terbebas sebagai budak Narkoba sejak tahun  Juni 2001 silam,” ujar Ari Lasso seraya meluruskan persepsi  masa lalu yang salah sekelompok orang bahwa menggunakan Narkoba mendongkrak kreativitas dalam bermusik.

“Persepsi tersebut salah besar. Ketika saya menjadi budak Narkoba akhir tahun 1990-an, sebagai vokalis Dewa 19 saya tak mampu berperan banyak dalam hal kreatifitas. Malah, kalau menonton kembali aksi panggung saya dengan band dimotori Ahmad Dhani, saya malu sendiri,”  ungkapnya.

Konser Drugs Free Asia-Africa dalam turut memeriahkan Peringatan 60 tahun Konfresnsi Asia-Afrika (KAA) yang di gelar di Jakarta dan Bandung, 19 – 24 April yang menampilkan band Slank, Endang Soekamti, Shaggy Dog, Steven Jam, Shandy Sondoro, Ari Lasso, D’Rumah Harmoni, Daddy and the Hot Tea, Di Atas Rata-Rata, berlangsung sukses dan meriah. Lebih dari 50 ribu penonton  sangat  menikmati suguhan musik berkualitas dari para  idola mereka, sambil menyerap seruan agar generasi muda Indonesia dan Asia-Afrika  membentengi diri dan segera terbebas dri jeratan Narkoba. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *