Dengan Smartcard BRI, Tak Perlu Bawa Uang Tunai

Kartu-Smart-Card (1)Dengan Smartdcard BRI, Semuanya jadi Mudah, Efisien dan Cepat “Dalam perkembangan zaman dewasa ini masyarakat menginginkan layanan prima, mudah, efisien serta cepat. Itu semua tidak lama lagi akandirasakan warga Kota Makassar hanya dengan memiliki kartu pintar Makassar Smart Card BRI,” kata Walikota Makassar; Moh. RamdhanPomanto.

Oleh Usamah Qadir
‘Wartawan Utama’ ID Card 1365/Dewan Pers

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa kemajuan teknologi saat ini telah membuat perubahan signifikan pada semua pola kehidupan.Kebutuhan sekunder zaman doeloe, telah menjadi kebutuhan primer saatini. Doeloe kita hanya mengenal telepon rumah. Saat ini, telepon rumah sudah mulai ditinggalkan. Semua orang mulai anak taman kanak-kanaksampai kakek-nenek sudah punya telepon genggam yang dapat mereka gunakan kapan saja dan di mana saja, karena mudah penggunaannya dan mudah pula mendapatkannya. Begitu juga dengan uang. Doeloe kita hanya mengenal uang kertas dan uang logam untuk bertransaksi (jual beli).
Perlu usaha yang keras untuk membawanya, takut hilang atau dirampok.

Kini, Uang kertas dan uang logam secara pelan-pelan sudah tergantikan oleh uang elektronik (Reflusmen, Kompasiana, 7 Desember 2014). Bank Indonesia – sebagaimana dikutip t-money online, 4 November 2014 -mendefinisikan uang elektronik sebagai segala jenis uang yang tersimpan di sebuah sistem seperti server (online) atau chip (kartu/hp). Benda tersebut digunakan oleh konsumen sebagai kartu prabayar. Sangat berguna di negara yang memiliki penetrasi kartukredit yang sangat rendah, karena membantu masyarakat melakukan pembayaran online atau menyimpan uang untuk keperluan seperti membayar tiket bus atau tagihan, isi ulang pulsa.

Pengguna uang elektronik, kini makin hari semakin bertambah. Selain mudah dan efisien uang elektronik juga membantu merchant dalam mengatur uang tunai yang ada di outletnya. Jadi tidak repot membawa uang tunai dan memperkecil resiko perampokan, karena uang tunai di mesin kasir, jumlahnya terbatas.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank modern di Tanah Air yang sangat produktif menerbitkan uang elektronik dalam bentuk kartu untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para nasabahnya di seluruh Indonesia.

Menandai awal ekspansi jaringannya ke Kawasan Timur Indonesia, BRI Wilayah Makassar menerbitkan smartcard BRI dengan menjalin kerjasama dengan Pemkot Makassar, menyusul dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Peluncuran pertama smartcard BRI dilakukan usai upacara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-69 Kemerdekaan Indonesia di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (17/8/2014) yang dilaksanakan Pemkot Makassar. Dalam peluncuran tersebut, disiapkan 10 kartu uji coba untuk Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Gubernur, dan Wakil Gubernur Sulsel, sertapejabat pemerintah lainnya.
Penyerahan smartcard BRI secara simbolis dilakukan oleh Pemimpin BRI Wilayah Makassar, Kuswiyoto, kepada Walikota Makassar; Mohammad Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Makassar; Syamsu Rizal. Dan untuk peluncuran Smartcard BRI untuk warga Sulawesi Selatan diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Sulsel; Syahrul Yasin Limpo, Wagub Sulsel; Agus Arifin Nu’mang.

Pemimpin BRI Wilayah Makassar; Kuswiyoto menjelaskan, smartcard BRI disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan manajemen kepegawaian internal Pemkot Makassar. Itu sebabnya smartcard yang dibuat khusus untuk pegawai Pemkot Makassar diberi label Makassar Smart Card (MSC). MSC telah dilengkapi chip yang memungkinkan pemegangnya menikmati beragam fasilitas, seperti; jaringan e-banking, ATM, data diri kependudukan, layanan kesehatan, dan pembayaran pajak. smartcard BRI
adalah kartu yang multifungsi.

“Prinsip smartcard BRI adalah one card for all atau satu kartu untuk semua,” jelasnya.Adapun biaya pembukaan untuk memperoleh smartcard BRI sebesar Rp 250 ribu bagi yang belum memiliki rekening BRI. “Bagi nasabah BRI akan lebih mudah lagi karena sisa mendatangi kantor BRI dan mengajukan permohonan untuk memperoleh kartu. Kita telah menyiapkan 4 kantor cabang yang khusus melayani pembukaan rekening bagi pemegang smartcard BRI,” kata Kuswiyoto dikutip Quick News Bisnis.com di sela-sela soft launching smartcard BRI – Pemkot Makassar, itu.

Empat kantor cabang (KC) yang ada di Makassar, yakni KC Makassar Ahmad Yani, KC Makassar Somba Opu, KC Makassar Panakkukang, dan KC Makassar Tamalanrea. Akan tetapi, layanan smartcard BRI bisa diakses di seluruh kantor cabang BRI yang ada.
Menggencarkan sosialisasi smartcard BRI, maka pada Senin malam, 24 November 2014, BRI Wilayah Makassar menyelenggarakan acara khusus untuk grand launching MSC di Hotel Sahid Makassar. Pada acara yang terbilang spektakuler ini dipertunjukkan kecanggihan dan keunggulan aplikasi fitur-fitur yang ada pada smartcard BRI dan kemudahan serta keuntungan bagi penggunanya.

“Kami ingin mengusung MSC ini bersinergi dengan visi Makassar menuju kota dunia,” kata Kuswiyoto.
Bank BRI juga memanfaatkan acara ini untuk mengenalkan dan mendemonstrasikan berbagai kartu canggih produk Bank BRI. Semuanya disajikan secara visual disemarakkan dengan nuansa permainan lighting yang dinamis dan variatif yang membuat para hadirin terpukau.

Seremoni yang meriah ini dihadiri Walikota Makassar; Danny Pomanto, Sekda Kota Makassar; Ibrahim Saleh, mantan Walikota Makassar; Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Kadinda Sulsel; Zulkarnain Arief, ‎Ketua REI Sulsel; Arief Mone, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah I Sulampua; Suhaedi, Direktur Bisnis Consumer BRI Kantor Pusat;  A. Toni Sutirto dan petinggi BRI lainnya serta para pimpinan SKPD Pemkot Makassar.

Sekaitan dengan peluncuran uang elektronik BRI tersebut Kuswiyoto menjelaskan, untuk tahap awal smartcard BRI menyasar seluruh aparatur negara lingkup Pemkot Makassar bahkan sampai ke tingkat RT/RW sembari memasang estimasi target pembukaan rekening baru mencapai 7.000 pemegang ‘kartu pintar’ ini di kota ‘Anging Mammiri’.

Kuswiyoto berharap, smartcard BRI dapat memberikan sumbangsih dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan, disamping mengajak masyarakat membudayakan transaksi nontunai dengan menggunakan smartcard BRI.
Pihaknya juga berharap mampu meraup dana pihak ketiga (DPK) berkisar Rp 200 miliar dari produk baru ini. Sedangkan target akuisisi diharapkan sebanyak 400-an account baru.

Lebih jauh dijelaskan, pelayanan BRI di Kota Makassar bisa makinoptimal memudahkan para pemegang smartcard BRI, karena ditunjang sejumlah infrastruktur BRI yang telah tersebar di wilayah Makassar, di antaranya 36 unit kantor cabang, 28 unit kantor cabang pembantu 1.111 mesin ATM. Telah tersedia pula 345 kantor unit ditunjang 156 layanan teras dan 51 unit teras keliling. “Kami telah memiliki 10.234 kantor BRI di seluruh Indonesia, ATM 19.685 unit,  mini ATM sebanyak 8760 unit.  Dimana semua fasilitas itu hadir untuk mempermudah masyarakat dalam hal bertransaksi,” jelasnya dikutip SINDO News.com, 6 Desember 2014.

Secara terpisah, Kepala Bagian E-chanel dan IT kanwil BRI Makassar Rokhmadi menjelaskan,  smartcard BRI tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tapi juga sebagai alat akses  data  ke  sistem Pemkot Makassar. Makanya kartu ini diterbitkan dengan sistem bundling agar pemegang kartu yang merupakan  PNS Pemkot dapat memanfaatkan, apalagi ke depan nantinya akan dinikmati pula oleh seluruh warga Makassar.

“Kartu ini multifungsi, karena dalam satu kartu semua transaksi keuangan dapat dilakukan. Tidak saja untuk kebutuhan keuangan meliputi tarik tunai sebagai kartu debet, tapi juga bisa dipakai berbelanja di sejumlah merchant BRI. Sedangkan MSC berkaitan dengan pemerintahan dapat dipakai mengakses data kepegawaian, data kependudukan, data rekam medik dan data pajak bumi dan bangunan,” ujarnya.

“Sesuai target walikota, akan diterbitkan 27.000 kartu. Namun sebanyak 3.500 kartu real sudah siap dipegang nasabah. Sementara sisanya akan diterbitkan secara berkala mengikuti pengembangan aplikasi tambahan yang terus dimunculkan,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Rokhmadi, ke depannya MSC akan disinkronkan dengan sistem pembayaran BPJS kesehatan. Karena sifatnya untuk mengcover kebutuhan keseharian nasabah. Makanya, data  dalam smartcard BRI tersimpan dengan aman karena ada kunci tertentu yang tidak bisa diakses atau dibaca oleh orang yang tidak memiliki smartcard ini.

“Dengan kartu ini, nasabah tak perlu lagi membawa uang tunai karena hanya digesek saja, kebutuhan berbagai macam transaksi pembayaran dapat terwujud. Khusus di Kota Makassar, kita sudah didukung 500 merchant, sedangkan untuk skala nasional sudah ada 20.000 merchant pendukung,” urai Rokhmadi., tahun depan akan diterbitkan lagi tambahan sekitar 800 ribu kartu, dimana pemegangnya diwajibkan melakukan setoran awal Rp250.000.

Dipaparkan, saat ini, pengguna kartu debet BRI lingkup Wilayah Makassar mencapai 1,3 juta dan diharapkan terus bertumbuh sampai akhir tahun, apalagi baru saja diterbitkan kartu kerja sama Pemkot.
“Tentunya target kartu debet akan bertambah. Jika dirata-ratakan per bulan dapat diterbitkan 25.000 kartu baru dari smartcard. Bahkan, bisa lebih banyak lagi disuaikan dengan kebijakan walikota,” optimisnya.

Dikatakan Rokhmadi, dalam satu kartu yang diterbitkan investasi BRI sebesar Rp20.000, tapi itu tak menjadi soal sebab pemkot sudah banyak berinvestasi di BRI melalui payroll gaji, dana  sertifikasi guru hingga tunjangan RT-RW.

“Sampai saat ini penempatan dana Pemkot sudah mencapai Rp200 miliarper tahun, dari smartcard diharapkan kontribusi Rp40 miliar per bulannya. Dimana, posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai saat ini mencapai Rp25,2 triliun dan melampaui pencapaian di tahun lalu DPK di kisaran Rp22,5 triliun,” paparnya dikutip Quick News Bisnis.com, Jumat, 5 Desember 2014.

Walikota Perkenalkan MSC di Jakarta
Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengaku gembira karena MSC BRI telah diluncurkan atas kerjasama Pemkot Makassar dengan BRI sebagai realisasi janjinya kepada warga Kota Makassar untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan khusus dalam melakukan transaksi keuangan.

Dalam memenuhi undangan menjadi narasumber pada sebuah acara talk show yang ditayangkan Metro TV, Jum’at, 5 Desember 2014, dengan topik; “S,art Card for Smart City” di Grand Lobby Metro TV di Jl. Pilar Mas,Kav, A-D, Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Pusat, Danny – sapaan akrab Moh. Ramdhan Pomanto – dengan wajah berseri memperkenalkan kecanggihan MSC kepada para wartawan di loby gedung Metro TV Jakarta.

“Dalamperkembangan zaman dewasa ini masyarakat menginginkan layanan prima, mudah, efisien serta cepat. Itu semua tidak lama lagi akan dirasakan warga Kota Makassar hanya dengan memiliki kartu pintar MSC BRI,” kata Danny didampingi Executive Vice President BRI; Catur Budhi Harto.

Danny menjelaskan, fungsi dan cakupan pemegang kartu akan lebih dikembangkan agar bisa juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Salah satu pengembangan MSC yang direncanakan adalah sebagai data base kependudukan Kota Makassar di samping berfungsi sebagai kartu ATM, fungsi lainnya juga tetap ada.”Dimulai dari kita dulu sebagai tahap awal, dan selanjutnya akan diterapkan untuk sekitar 1 juta warga Kota Makassar,” ucapnya.

Menurutnya, penerapan MSC akan terus dievaluasi secara berkelanjutan dan bakal mengalami penyempurnaan agar lebih maksimal dalam penggunaannya oleh masyarakat luas.

Dalam rilis yang dikirim ke email rakyatbersatu.com, Danny mengharapkan, hadirnya MSC sebagai media pemersatu dalam konteks
layanan publik. “Smartcard BRI memiliki smart chip yang terintegrasi dengan data kependudukan, mulai nomor induk pegawai, alamat, data pribadi, identitas wajib pajak, alat bayar angkutan kota, sampai data base kesehatan yang terintegrasi,”  kata Danny sambil menpresentasekan smartcard melalui smartphone miliknya.

Catur Budhi Harto mengakui, peluncuran smartcard BRI di Makassar, ide awalnya memang datang dari Walikota Danny Pomanto. “Tentu saja BRI sangat positif merespon ide tersebut. Maka kami pun membuat khusus MSC. Kami tahu Pak Walikota ingin memberikan kemudahan serta pelayanan yang optimal bagi warga kotanya. Ini sejalan dengan semangat BRI bersama otoritas jasa keuangan mendukung gerakan nasional nontunai atau Less Cash Society (LCS) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia di masyarakat,” katanya.

Catur Budi Harto mengakui, peluncuran smartcard BRI di Makassar, ide awalnya memang dari Walikota Makassar Danny Pomanto. “Tentu saja BRI merespon ide tersebut sangat positif.  Maka, kami pun membuat khusus MSC.  Kami tahu Pak Walikota ingin memberikan kemudahan serta layanan yang optimal bagi warga kotanya. Ini sejalan dengan semangat BRI bersama otoritas jasa keuangan mendukung gerakan nasional nontunai atau Less Cash Society (LCS) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia di masyarakat,” katanya.

MSC merupakan kartu lifetime atau kartu yang dapat digunakan seumur  hidup, sebab setiap perubahan dilakukan pada database saja, tanpa perlu mengganti data dalam smartcard.  Ini kelebihan plus yang dimiliki smartcard BRI. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *