Din Syamsuddin: Perlu Keberpihakan ke Pengusaha Pribumi

Din Syamsuddin dan Gubernur Sulsel di arena Muktamar Muhammadiyah ke 47 Makassar (ist)
Din Syamsuddin dan Gubernur Sulsel di arena Muktamar Muhammadiyah ke 47 Makassar (ist)

Makassar (Rakyat Bersatu).-Ketua PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin, menilai acara Silaturrahim Saudagar Muhammadiyah yang diadakan Pemuda Muhammadiyah, untuk menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah, di Wisma Kalla, Makassar, Selasa, 4 Agustus 2015, sangat tepat dan perlu terus dilakukan.

“Karena Islam, apalagi Muhammadiyah, dikembangkan oleh para pedagang santri  melalui perdagangan dari satu daerah ke daerah lainnya di Jawa Timur, Jokja, ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sampai ke ibukota Jakarta,” kata Din.

Dapat dilihat semua kegiatan perdagangan dikuasai oleh orang-orang islam. Maka muncullah nama-nama pasar, seperti pasar Senen, pasar  minggu dan nama-nama lainnya. Semua pelaku ekonomi di tempat itu dulu dilakukan oleh orang islam dan Muhammadiyah dengan pengusaha-pengusaha batiknya.

Namun kemudian, kata mantan Ketua PP Pemuda ini, perekonomian dikuasai oleh orang-orang kapitalis akibat  kebijakan Negara membuka pintu lebar bagi kapitalis besar dari luar. Semua ini, kata dia, harus diahiri dengan kebijakan pemerintah.  Pemerintah, harus memperhatikan kepentingan ekonomi masyarakat.

’’Pemerintah harus ada kebijakan keberpihakan kepada pengusaha pribumi,’’ tegasnya.

Karena itu, dituntut bagi partai-partai Islam dan partai yang berbasis Islam untuk bersatu mendukung konsep ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, Bambang Sudibyo mengatakan perlunya kepemimpinan yang baik, dalam setiap amal usaha Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi yang dimiliki.

’’Muhammadiyah harus menjadi kekuatan ekonomi agar dapat dipercaya oleh masyarakat. Sebab, kata Bambang, jika tidak bisa melakukan itu, maka Muhammadiyah tidak dapat disebut sebagai pembaharu.

Mantan Ketua Umum DPP PAN, Soetrisno Bachier mengatakan, Muhammadiyah bisa lebih berkembang dan maju di masa datang, karena Din Syamsuddin lebih leluasa melakukan terobosan kerjasama di semua bidang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Khususnya pengembangan ekonomi yang semakin mengglobal. (bakir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *